Didesak Perjuangkan Ganti Rugi Jalan Tol, Bupati Kendal Emosi

Eddie Prayitno
Bupati Kendal Mirna Annisa menemui korban penggusuran Jalan Tol Batang-Semarang di Gedung DPRD Kendal. (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id - Bupati Kendal Mirna Annisa terlihat emosi saat menemui korban penggusuran Jalan Tol Batang-Semarang di Gedung DPRD Kendal, Senin (7/5/2018) siang. Warga mendesak bupati untuk memperjuangkan kenaikan ganti rugi. Namun menurut Annisa, ada aturan yang tidak bisa dilanggar.

Warga yang kebingungan karena tidak mempunyai tempat tinggal, histeris dan menangis mengadukan permasalahan kepada bupati Kendal. Sempat terjadi ketegangan saat warga mengadukan ganti rugi yang lebih layak. Warga menuntut ada pengukuran ulang karena untuk meminta kenaikan harga ganti rugi tidak mungkin. Padahal menurut warga, pada umumnya harga tanah di sekitar pembangunan jalan tol mencapai Rp1 juta per meter persegi. Namun mereka hanya mendapatkan harga Rp210.000.

"Apa saya harus ke luar negeri menjadi budak? Mengapa pejabat pemerintah begitu saja menghancurkan? Mau ke mana kami mengadu bu? Rasanya kami hancur. Tolong carikan solusi, tolonglah kami yang sudah tidak punya apa-apa. Kami meminta hak kami sendiri, dibenahi ukurannya karena tidak benar. Kalau bisa sebelum Lebaran,” ujar salah seorang warga, Tunik.

Sementara itu, Mirna Annisa meminta warga pulang ke rumah saudaranya untuk mempermudah kegiatan mereka. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan berusaha mengukur ulang, sesuai dengan sertifikat atau lahan milik warga yang terkena pembangunan jalan tol.

“Lho kalau panjenengan (kamu) nuntutnya seperti itu dikira saya tukang sihir. Iya saya bijaksana, justru saya bicara begitu panjenengan harus sadar ada proses. Untuk proses ganti rugi kita ikuti aturan main yang berlaku. Pemkab dan BPN akan mengukur ulang sesuai dengan tanah yang menjadi jalan tol,” katanya.

Bupati kembali menjelaskan, harga ganti rugi tidak bisa dinaikkan karena sudah sesuai dengan peraturan presiden (perpres). Bupati kemudian memfasilitasi warga dari posko pengungsian kembali ke kampung menggunakan bus milik Pemkab Kendal.

Editor : Muhammad Saiful Hadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kronologi Kakak Adik di Kendal Tidur Bersama Jenazah Ibu dan hanya Minum Air Putih

57 tahun lalu

Korban Penggusuran Normalisasi Kali di Bekasi Menangis Kehilangan Tempat Tinggal

57 tahun lalu

Kualitas Bangunan RTH Kaliwungu Jelek, Bupati Kendal Tegur Pelaksana Proyek

57 tahun lalu

Puluhan Ribu Santri di Kendal Meriahkan Karnaval Peringatan Hari Santri Nasional

57 tahun lalu

16 Wilayah Terdampak Kekeringan, Polda Jateng Bangun Sumur Pompa Gratis untuk Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal