Densus 88 Temukan 12 Lokasi Pelatihan Jamaah Islamiyah di Jateng untuk Bela Diri dan Merakit Bom

Puteranegara Batubara
Rekaman pusat latihan jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) di Jawa Tengah. (Istimewa)

JAKARTA, iNews.id  - Detasemen khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menemukan 12 lokasi di Jawa Tengah (Jateng) yang diduga kuat dijadikan lokasi pelatihan kelompok Jamaah Islamiyah (JI) untuk bela diri dan merakit bom.

Namun sayangnya, Polri tidak merinci 12 lokasi tersebut. Salah satu lokasi yang telah diekspose ada di Desa Gintungan, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Hal itu diketahui saat polisi membongkar dan melakukan kegiatan simulasi pelatihan Jamaah Islamiyah pada Minggu (27/12/2020)
 
"Kemarin kami sudah melihat bagaimana lokasinya yang ada di Semarang. Bahwa Jaringan JI ini mempunyai beberapa lokasi ada di Jateng, saya tak bisa sebutkan dimana tapi ada 12 lokasi di Jateng," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (28/12/2020).

Argo mengatakan, di lokasi tersebut kelompok tersebut menyewa beberapa Villa yang dijadikan tempat pelatihan anggota-anggota Jamaah Islamiyah selama enam bulan pendidikan.

"Kemarin sudah kami tengok ke sana sudah kami lihat seperti apa pelatihan tersebut da tentunya sudah kami sampaikan bahwa itu ada suatu tempat seperti rumah Villa itu ya beberapa rumah yang digunakan untuk pelatihan di sana," ujarnya.

Dalam temuan di lokasi itu, polisi juga menyebut bahwa pelatihan itu dipimpin oleh narapidana teroris Joko Priyono alias Karso yang ditunjuk sebagai pelatih oleh Amir atau Pimpinan JI Para Wijayanto. 

Karso ditangkap pada 2019 lalu dan telah berstatus narapidana dengan masa hukuman 3.8 Tahun penjara. Karso juga bertugas untuk merekrut pelatih. Setidaknya ada delapan orang yang diajak untuk menjadi pengajar kelompok tersebut. 

"Ada 8 pelatih yang direkrut Karso ini kemudian digunakan untuk melatih murid yang kami sebutkan bahwa dia punya jaringan ponpes JI yang kemudian diambil 10 besar itu kemudian direkrut tidak semua 10 besar ya tetapi ada yang dipilih dilihat kemudian bagaimana dia dilihat mentalnya, kemudian bagaimana posturnya dan bagaimana dia ideologinya," katanya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Satu Keluarga Tewas saat Glamping di Temanggung Dimakamkan Berdampingan

57 tahun lalu

Tukang Kelet Hewan Kurban di Salatiga Meninggal saat Bertugas, Diduga Serangan Jantung

57 tahun lalu

Geger! Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kardus di Teras Rumah Warga Sragen

57 tahun lalu

Kronologi 2 Pelajar SMA Pemalang Hilang saat Latihan Dayung hingga Ditemukan Tewas

57 tahun lalu

BNPB: Banjir di Blora Rendam Puluhan Rumah Warga hingga 2 Sekolah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal