Dampak PPKM Darurat, Penjual Hewan Kurban di Boyolali Mengeluh Penjualan Anjlok

Tata Rahmanta
Suasana perdagangan sapi di pasar hewan Jelok, Boyolali. Foto: iNews/Tata Rahmanta.

BOYOLALI, iNews.id – Penerapan PPKM darurat diduga berdampak terhadap penjualanhewan kurban di Kabupaten Boyolali. Pedagang sapi di pasar hewan Jelok mengeluh penjualan tidak maksimal setelah pesanan banyak dibatalkan. 

Menjelang hari raya Idul Adha, harga sapi kurban di pasar hewan Jelok naik hingga Rp2 juta per ekor. Harga sapi kurban saat ini berkisar antara Rp17 juta hingga Rp20  juta. Meskipun mengalami kenaikan harga, namun penjualannya justru turun sekitar 50 persen dibandingkan tahun lalu. 

“Menjelang Idul Adha tahun lalu, saya mampu menjual hingga 200 sapi kurban. Namun saat ini hanya 100 ekor sapi,” kata salah satu pedagang hewan kurban, Taufik Ismail, Jumat (16/7/2021). 

Pedagang menilai turunnya penjualan sebagai dampak penerapan PPKM darurat di pulau Jawa dan Bali. Banyak pesanan dari Bandung dan Jakarta dibatalkan karena tidak bisa mengirim hewan keluar kota. Para pedagang berharap aturan PPKM darurat ditinjau ulang agar penjualan hewan kurban bisa meningkat. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus Kematian Warga Boyolali Diduga gegara Sate Kiriman, 8 Orang Diperiksa Polisi

57 tahun lalu

Kronologi Makam Warga Boyolali Dibongkar Polisi, Diduga Tewas usai Makan Sate Kiriman

57 tahun lalu

Idul Adha 1447 H, Ditjen Pendis Kemenag Tebar 1.200 Paket Kurban dan Santuni Anak Yatim

57 tahun lalu

Perindo Sumut Salurkan 41 Hewan Kurban Serentak di 33 Kabupaten Kota, Perkuat Kepedulian Sosial

57 tahun lalu

Baznas Salurkan 50 Ekor Kambing Kurban Dam Haji di Pemalang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal