Cerita Ki Manteb saat Ditelepon Enthus Minta Lakon Pandawa Mukso

Yunibar
Ki Manteb Sudarsono, guru sekaligus rekan almarhum Ki Enthus Susmono saat melayat ke rumah duka di Desa Bengle, Talang, Kabupaten Tegal. (Foto: iNews.id/Yunibar SP)

SLAWI, iNews.id - Kepergian dalang kondang serba bisa yang fenomenal dengan berani mendobrak pakem pewayangan itu membuat kerabat dan rekan almarhum sangat kehilangan. Seperti yang dialami Ki Manteb Sudarsono. Rekan sekaligus guru almarhum Ki Enthus Susmono. Ki Manteb tidak mengira telepon Ki Enthus pada 7 Mei 2018 lalu merupakan komunikasi terakhirnya dengan almarhum.

Saat itu, almarhum Ki Enthus meminta izin mementaskan wayang kulit dengan lakon Pandawa Mukso atau gugurnya pandawa. Ki Manteb mengaku kaget dengan permintaan Enthus saat itu karena lakon tersebut jarang dipentaskan. “Saya kaget karena tidak biasanya lakon itu dipentaskan. Kanggo opo kok njaluk lakon kuwi (buat apa kok minta lakon itu,” kata Ki Manteb ditemui di rumah duka Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Selasa (15/5/2018).

Ki Manteb menuturkan, Enthus itu seperti anaknya karena sejak belajar wayang dia selalu ikut dan mengikuti jejaknya. “Dia (Enthus) juga sempat ngomong di Indonesia itu yang ditakuti cuma saya,” ucapnya.

Ki Enthus Susmono meninggal dunia pada Senin (14/5/2018) pukul 19.15 WIB di RSUD dr Soeselo Slawi. Enthus bersama rombongan berencana menghadiri pengajian di Desa Argatawang Kecamatan Jatinegara. Tapi dalam perjalanannya, Enthus mengeluh dan merasakan nyeri dada dan mual hingga tidak sadarkan diri.

Melihat gejala tersebut, oleh rombongan Enthus segera dilarikan ke Puskesmas Jatinegara. Tim medis Puskesmas Jatinegara yang dipimpin dokter Ulinuha pun segera melakukan upaya pertolongan mulai dari pemeriksaan denyut nadi, tekanan darah, gula darah hingga pemasangan infus, Enthus masih juga tidak sadarkan diri. 

Atas pertimbangan tersebut, dokter Ulinuha memutuskan Bupati Tegal ini dirujuk ke RSUD dr Soeselo Slawi menggunakan ambulans Puskesmas Jatinegara. Upaya resusitasi jantung paru segera dilakukan bersama tim medis selama kurang lebih 45 menit, namun tetap tidak ada respons. Enthus dinyatakan meninggal pada pukul 19:15 WIB dengan penyebab kematian serangan jantung.

Ribuan warga dari berbagai daerah mengiringi pemberangkatan jenazah almarhum maestro pewayangan ke tempat peristirahatan terakhir di Sanggar Wayang Desa Bengle, Kecamatan Talang. 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Fesitval Sate Tegal, 12.000 Tusuk Sate Kambing Gratis Ludes Diserbu Warga

57 tahun lalu

Jembatan Kali Erang di Tegal Ambruk saat Dibongkar, 5 Pekerja Luka-Luka

57 tahun lalu

Pemakaman Desmond J Mahesa di Al Azhar Karawang Diiringi Isak Tangis Keluarga

57 tahun lalu

Semarak HUT ke-422 Tegal, Ribuan Warga Berebut Puluhan Gunungan Hasil Bumi

57 tahun lalu

Ganjar dan Habib Syech Ajak Pramuka Jateng Kampanyekan Gerakan Jo Kawin Bocah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal