Cegah Virus Korona, PBNU Instruksikan Nahdliyin Baca Selawat Thibbil Qulub

Kastolani Marzuki
Kemenkes terus melakukan sosialisasi bahaya virus korona ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang telah dibangun di berbagai rumah sakit di Indonesia. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan keprihatinannya atas musibah merebaknya wabah virus korona di Wuhan, China.

Wabah penyakit itu sudah menewaskan 1.019 orang. Sementara itu jumlah korban terinfeksi juga bertambah sebanyak hampir 2.500, menjadi 42.638 orang. Penambahan terbanyak juga berada di Hubei yakni 2.097 kasus baru.

Terkait wabah penyakit itu, PBNU menginstruksikan kepada seluruh pengurus wilayah, cabangm lembaga, badan otonomo Nahdlatul Ulama dan pondok pesantren di semua tingkatkan untuk membacakan selawat Thibbil Qulub agar virus korona segera teratasi, khususnya bangsa Indonesia diindungi dari wabah virus tersebut.

Instruksi PBNU itu disampaikan melalui surat tertanggal 16 Jumadil Akhir 1441 Hijriah atau 10 Februari 2020. Surat bernomor 3905/C.I.34/02/2020 itu ditandangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal Helmu Faishal Zaini.

“PBNU menyampaikan prihatin atas adanya musibah merebaknya wabah virus korona yang melanda saudara-saudara kita di Republik Rakyat Tiongkok dan di beberapa negara lainnya. Berkaitan dengan bencana tersebut, PBNU menginstruksikan kepada seluruh pengurus wilayah, cabang, lembaga, badan otonom dan pondok pesantren di semua tingkatan agar membacakan sholawat thibbil qulub agar wabah virus korona segera teratasi,” demikian bunyi surat PBNU.

Dalam surat itu disertakan lampiran bacaan Salawat Thibbil Qulub. Berikut Lafaz salawatnya:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّم


Allahumma sholli 'alaa Sayyidinaa Muhammadin thibbil qulubi wa dawa ihaa wa'aafiyatil abdaani wa shifaa ihaa wa nuuril abshoori wa dhiyaa ihaa wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa sallim.

Artinya:
"Ya Allah limpahkanlah Rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyebuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya. Dan semoga rahmat tercurah limpahkan kepada para sahabat beserta keluarganya."

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Putusan Rapat Konsultasi Syuriyah-Mustasyar PBNU Final, Mengikat secara Konstitusional

57 tahun lalu

Rapat PBNU di Lirboyo Putuskan Muktamar ke-35 NU Segera Digelar untuk Akhiri Konflik

57 tahun lalu

Dukung Rais Aam dan Ketum, Pesantren Krapyak Imbau PBNU Hormati Otoritas Kiai Sepuh

57 tahun lalu

Polemik PBNU, Pertemuan Kiai Sepuh dengan Gus Yahya dan Rais Aam Digelar Tertutup di Jombang

57 tahun lalu

Kader Muda NU Serukan PBNU Kembali ke AD/ART dan Hormati Islah Para Kiai Sepuh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal