Bupati Wonosobo Ungkap Filosofi di Balik Patung Biawak yang Viral dan Ikonik

Donald Karouw
Patung biawak viral di jalur nasional Wonosobo-Banjarnegara, tepatnya di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. (Foto: X)

JAKARTA, iNews.idPatung biawak yang berdiri gagah di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, ternyata memiliki filosofi. Patung tersebut hingga kini masih jadi perbincangan hangat netizen dan viral di media sosial.

Mereka takjub dengan hasil patung yang dibuat seniman lokal Rejo Arianto karena kemiripan patung tersebut dengan biawak asli. Mencengangkannya lagi, patung biawak itu dibuat hanya menghabiskan dana Rp50 juta. 

Kepala Desa Krasak, Supinah, mengatakan, pembangunan Tugu Biawak tidak menggunakan dana desa, melainkan berasal dari dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Wonosobo. 

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat mengatakan, pengadaan tugu tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab dan BUMD di Kabupaten Wonosobo sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif masyarakat. 

Bupati menyampaikan kebanggaannya terhadap hasil karya Rejo Arianto, seniman lokal Wonosobo, yang mampu merealisasikan tugu tersebut dengan anggaran terbatas. 

Dia juga menilai bahwa keberadaan tugu tersebut memberi warna baru di akses masuk Kabupaten Wonosobo, serta berpotensi menjadi daya tarik wisata lokal. 

“Dengan kolaborasi, kreativitas, dan semangat gotong royong, hasil yang dicapai bisa luar biasa. Kami sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat dan seniman lokal,” kata Afif dilansir dari laman wonosobokab.go.id, Jumat (25/4/2025).

Makna dan Filosofi Patung Biawak

Hewan biawak yang dijadikan ikon patung tersebut ternyata memiliki makna dan filosofi khusus. Tugu Biawak kini tak hanya menjadi landmark desa, tapi juga wujud nyata kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan seniman lokal yang patut diapresiasi. 

“Tugu ini merupakan hasil gagasan pemuda Desa Krasak yang ingin mengangkat identitas lokal melalui seni. Di wilayah ini, biawak memang sering dijumpai dan telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat tanpa menimbulkan gangguan,” ujar Bupati Afif.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kronologi Kecelakaan Beruntun di Wonosobo, Truk Masuk Jalur Berlawanan Tabrak 4 Kendaraan

57 tahun lalu

Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Wonosobo Tewaskan 2 Orang, 3 Korban Luka-Luka

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Dieng Wonosobo, Cek Magnitudonya

57 tahun lalu

Longsor Timbun Rumah di Wonosobo, 1 Orang Ditemukan Tewas

57 tahun lalu

Truk Rem Blong Picu Kecelakaan Beruntun di Jalur Tengkorak Wonosobo, 2 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal