JAKARTA, iNews.id - Riya atau pamer merupakan salah satu ciri watak yang tercela. Penyakit hati ini menggerogoti amal ibadah yang telah dijalankan karena seolah menjadi percuma lantaran bukan semata-mata mengharap ridho Allah, namun karena ingin mendapat pujian dari orang lain.
Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰىۙ كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهٗ رِئَاۤءَ النَّاسِ.
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menghilangkan (pahala) sedekah kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima). (Al-Baqarah: 264)
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa dalam ayat tersebut Allah Swt memberitahukan amal sedekah itu pahalanya terhapus bila diiringi dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerimanya.
Karena dengan menyebut-nyebut sedekah dan menyakiti hati penerimanya, maka pahala sedekah menjadi terhapus oleh dosa keduanya.