Viral Bidan Sekaligus Lurah di Prabumulih Diduga Malapraktik Pasien hingga Tewas

Era Neizma Wedya
Tangkapan layar oknum bidan sekaligus lurah di Kota Prabumulih diduga melakukan malapraktik. (Foto: MPI)

PRABUMULIH, iNews.id - Viral seorang bidan sekaligus lurah di Kota Prabumulih diduga melakukan malapraktik terhadap penderita pembengkakan ginjal hingga meninggal dunia. Aksi bidan berinisial ZN menyuntik pasien tersebut dengan beragam obat viral di media sosial (medsos).

Terlihat dalam video berdurasi 5.35 detik yang diviralkan pertama kali oleh akun medsos terlihat oknum voltcyber_v2, terlihat bidan berinisial ZN menggunakan baju kuning berblazer putih terlihat memberikan suntikan kepada korban inisial R (59) yang tercatat sebagai warga Jalan Lingkar Timur Kelurahan Tanjung Raman Kota Prabumulih diduga karena sakit. 

Dakam caption postingan video itu secara jelas mengatakan dugaan malapratik dilakukan okeh oknum salah satu lurah di Kelurahan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

"Dugaan kasus malpraktik oknum Bidan dan juga menjabat sebagai Lurah di wilayah kota di Prabumulih," tulis voltcyber_v2.

Selain itu dalam postingan berbagai akun juga menampilkan kronologis malpraktek yang diduga dilakukan bidan yang juga oknum lurah itu. 

Diketahui bahwa sekitar tanggal 23 November 2023 lalu, korban mengeluh sakit maag lalu dibawa berobat ke tempat bidan tersebut. Kemudian sang bidan menyarankan untuk dirawat kurang lebih 1 minggu tanpa ada cek labolatorium dan cek CT scan.

Kemudian bidan memberikan suntikan obat-obatan, dan saat ditanya oleh pihak keluarga tentang suntikan-suntikan obat itu, dijawab oleh bidan aman dan katanya sudah sesuai resep, suntikan-suntikan yang berbagai macam cairan yang banyak sesuai yang ada di video," di foto berisi tulisan itu.

Selama dalam pengobatan di bidan tersebut tidak ada perubahan sama sekali malah makin parah akhirnya diputuskan tidak lagi berobat ke bidan tersebut. Setelah pasien berobat mandiri ke RS, ternyata ginjal pasien yang sebelumnya sehat mengalami pembengkakan dan divonis harus cuci darah.

Setelah pasien cuci darah sebanyak 6 kali, pasien meninggal dunia pada 22 Januari 2024," dalam tulisan akun yang menyebar informasi tersebut.

Kapolres Prabumulih AKBP Endro Aribowo mengatakan, sudah memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan malapraktik tersebut.

"Saya langsung perintahkan Kasat Reskrim untuk membentuk tim penyidik,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Bule Georgia Masuk Tol Pasteur Pakai Motor Matik, Ngebut hingga Dikejar Polisi

57 tahun lalu

Viral Massa Datangi Mahasiswa Unnes Diduga Pelaku Pelecehan, Tuntut Minta Maaf

57 tahun lalu

Viral Garasi di Trotoar Jalan Ambon Bandung Dibongkar, Ini Penjelasan Ketua RW

57 tahun lalu

Viral Mobil Terobos Palang Pintu Kereta Api di Semarang, Nyaris Tersambar KA Anggrek

57 tahun lalu

Viral Garasi di Atas Trotoar Jalan Ambon Bandung, Satpol PP Langsung Bongkar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal