Usai Purwakarta Diguncang Gempa, BPBD Pastikan Bendungan Jatiluhur Aman

Asep Supiandi
Waduk Jatiluhur Purwakarta. (Foto: iNews.id/Asep Supiandi

PURWAKARTA, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta memastikan konstruksi Bendungan Ir H Djuanda atau Jatuluhur, masih kategori aman menyusul terjadinya gempa bumi manitudo 3,6. Kepastian itu didapat setelah BPBD berkoordinasi dengan pengelola bendungan.

"Jadi informasi yang kami terima konstruksi bendungan aman. Hal itu diketahui berdasarkan sistem peralatan pencatat percepatan gerak partikel batuan yang terdiri dari alat pencatat (sensor) dan alat perekam atau akselerograf di Bendungan Jatiluhur," kata Kepala BPB Purwakarta, Yuddy Herdiana, Minggu (22/1/2023).

Dia mengatakan, sensor pengukur percepatan gempa bumi, akan bekerja secara otomatis jika terpicu oleh gempa dengan intensitas tertentu.

"Laporan dari pengelola bendungan, nilai puncak akselerasi gempa tersebut masih jauh di bawah nilai gempa desain sebesar 0,15 g. Sebagai tindaklanjut guna memastikan keselamatan dan keamanan bendungan Ir H Djuanda, pengelola bendungan akan melaksanakan pengukuran instrumentasi pascagempa tersebut," ujar Yuddy.

Sebelumnya Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa bumi magnitudo 3,6 yang mengguncang Purwakarta termasuk dangkal, Minggu (22/1/2023). Kedalaman gempa yang terjadi pada 11.58.36 WIB itu pada kedalaman 7 kilometer dengan episenter pada koordinat 6.73 LS dan 107.34 BT, atau 22 km barat raya Kabupaten Purwakarta.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas aktivitas Sesar Cirata," kata Kepala BMKG Wilayah II Tangerang Hartanto. 

Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan  di wilayah Purwakarta dengan Skala Intensitas III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BPBD Pantau Waduk Cirata dan Jatuluhur usai Purwakarta Diguncang Gempa M3,6

57 tahun lalu

Bocah di Cianjur Hilang 2 Hari Ternyata Tenggelam di Sungai, Pencarian Masih Dilakukan

57 tahun lalu

Detik-Detik Mencekam Angin Kencang Terjang Ngawi, Puluhan Rumah Rusak

57 tahun lalu

Banjir dan Longsor Terjang Jembrana, BPBD Catat 7 Lokasi Bencana

57 tahun lalu

Puting Beliung Sapu 12 Kecamatan di Pasuruan, Puluhan Pohon Tumbang 15 Rumah Rusak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal