BANDUNG, iNews.id - Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto meminta para prajurit TNI AD di Jawa Barat maupun Banten tidak menjadi seperti bahan peledak bersumbu pendek. Artinya, prajurit TNI jangan mudah terprovokasi, terhasut, hingga tersinggung.
Hal disampaikan Nugroho menyikapi kasus insiden penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur, yang dipicu hoaks atau kabar bohong yang disebarkan Prada TNI MI di grup WhatsApp.
"Seluruh personel Kodam III/Siliwangi jangan mudah terprovokasi, jangan mudah terhasut dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya atau hoaks," kata Pangdam, Rabu (2/9/2020).
Budi mengatakan jika ada berita atau informasi yang belum tentu kebenarannya, prajurit TNI AD harus dapat mencerna sebaik-baiknya.
"Selalu lakukan check and recheck, kroscek. Cek berulang kali supaya yakin benar. Sehingga tidak akan salah dalam mengambil keputusan dan tindakan. Bijak dalam bermedia sosial tidak boleh berbohong baik bicara maupun menulis," ujar Panglima.