Menengok Suasana Alam Bandung Purba di Objek Wisata Sanghyang Heuleut Cipatat KBB

Adi Haryanto
Objek wisata Sanghyang Heuleut di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, KBB, yang menawarkan suasana alam Bandung purba. (Foto/MPI/Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Keindahan objek wisata alam Sanghyang Heuleut di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak kalah dengan destinasi lain. Objek wisata outdoor ini menawarkan suasana alam Bandung purba yang masih alami.

Namun sejak pandemi melanda selama dua tahun, objek wisata ini sepi pengunjung. Bahkan sampai saat ini, kunjungan wisatawan ke Sanghyang Heuleut belum ramai. Faktor cuaca menjadi salah satu penyebab angka kunjungan wisatawan ke objek wisata ini masih rendah.
 
"Sekarang kunjungan wisatawan belum mengalami peningkatan signifikan, walaupun sudah ada kelonggaran dari pemerintah dengan carrying capacity 100 persen," kata Pengelola Lapangan Objek Wisata Sanghyang Heuleut Agus Darmawan, Kamis (30/6/2022).

Agus Darmawan menyatakan kunjungan wisatawan ke Sanghyang Heuleut seperti kondisi normal disebabkan beberapa faktor. Mulai dari orientasi minat wisatawan, promosi wisata, aksesibilitas, dan khusus wisata outdoor serta adventure, sangat bergantung kepada faktor cuaca.

Sanghyang Heuleut sering diguyur hujan sehingga angka kunjunganmenurun. Sebab lokasi wisata yang menantang dan curam ini tidak nyaman jika ditempuh saat hujan. Selain itu, saat hujan turun kualitas air juga jadi berubah. "Jika musim hujan, kondisi air di sini keruh karena ada kiriman air dari daerah atas (hulu). Tapi kalau musim kemarau airnya jernih," ujarnya. 

Kunjungan saat ini baik dibanding hari biasa namun belum bisa menyamai angka kunjungan wisatawan sebelum pandemi Covid-19. Selama liburan sekolah ini rata-rata kunjungan 80 orang per hari atau naik 30 persen dibanding hari biasa. 

Jumlah itu dinilai belum optimal jika dibanding kunjungan sebelum pandemi Covid-19 yang mencapai 1.000 orang pada hari libur dan 300 orang saat hari biasa. "Ya kami senang saat ini sudah ada pelonggaran PPKM Level 1. Tapi dari sisi pemulihan, wisata belum benar-benar pulih," pungkasnya.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sengketa Pilkades Girimukti KBB, Penghitungan Ulang Suara Dilakukan, Ini Pemenangnya

57 tahun lalu

Tunggu Kajian Geologi, Warga Korban Longsor KBB Siap dengan Situasi Terburuk

57 tahun lalu

Ribuan Sapi Terkena PMK, Pasokan Susu ke KPSBU Lembang KBB Turun hingga 60 Persen 

57 tahun lalu

Kompensasi Dampak Wabah PMK Tunggu Regulasi, Peternak di KBB Diminta Bersabar

57 tahun lalu

Wayang Golek Masih Diminati Masyarakat KBB, Disparbud Siap Bantu Peralatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal