Kritik Guru Besar ke Jokowi Dituding Politis, Dosen Unisba: Anggap Saja Angin Lalu

Agung Bakti Sarasa
dosen Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung (Unisba), Fadhli Muttaqien. (Foto: MPI)

BANDUNG, iNews.idBanjir kritik terhadap Presiden Jokowi dari akademisi, dosen, dan guru besar berbagai perguruan tinggi terkait matinya demokrasi dan penyelewengan kekuasaan dituding sejumlah pihak bermuatan politis.

Menanggapi hal itu, dosen Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung (Unisba), Fadhli Muttaqien menegaskan  kritik yang dilakukan oleh para akademisi dan guru besar merupakan gerakan yang sangat benar untuk menjaga nilai-nilai demokrasi atau menjaga etika demokrasi.

“Karena memang kampus sebagai satu lembaga pendidikan yang memproduksi kebenaran dan kampus sebagai kompas kebenaran sudah selayaknya memberikan masukan pada bangsa dan negara ini, sebagai fungsinya untuk tetap memastikan negara kita tetap di jalan demokrasi yang seharusnya,” ujar Fadhli, Kamis (8/2/2024). 

Terkait kampus yang tidak melibatkan strukturalnya seperti rektor, menurut Fadhli hal tersebut memiliki kepentingan lain mengenai administrasi kampus. Dan hal tersebut tidak usah menjadi problema. Pasalnya, masih ada substansi lain dari gerakan para guru besar ini.

“Itu terkait kepentingan dari kampus tersebut, artinya kampus berada di bawah Kemendikbud ristek bahwa anggaran harus mengenai hal-hal administrasi kampus kan berada dibawah kementerian dan kementerian berada dibawah presiden artinya ada kepentingan yang harus dijaga,” ujarnya.

“Hal ini menjadi wajar, tidak harus menjadi problem atau simbol kalau ini gerakannya perorangan. Menurut saya yang menjadi substansi adalah untuk agar bangsa kita tetap berada di jalur demokrasi yang benar dan berada dalam etika demokrasi yang baik,” sambung dia. 

Menurutnya, jika sebuah kekuasaan atau wilayah politik tidak dituntut untuk oleh value intelektual, maka bangsa Indonesia akan terjerumus ke dalam lahat kezaliman.

“Kan ini yang menjadi satu kekhawatiran, ketika politik tidak dituntut untuk oleh value intelektual yang ada dituntun hanya oleh gerakan kekuasaan, yang nantinya bisa menjerumuskan bangsa kita ke liang lahat kezaliman,” jelasnya.

Adapun terkait pro dan kontra yang datang dari berbagai politikus, menurut Fadhli hal tersebut dianggap wajar dan tidak perlu dihiraukan. Lebih penting dari hal tersebut, kata Fadhli, yaitu mempertahankan bangsa untuk tetap berada di jalur demokrasi yang benar.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Oknum Guru Besar Unpad Diduga Lecehkan Mahasiswa Asing, Ini Respons Rektor

57 tahun lalu

Guru Besar UIN Palopo Dilaporkan ke Polisi, Diduga Lecehkan Mahasiswi

57 tahun lalu

Pesan Zainal Arifin Mochtar ke Pelaku Teror: Jangan Jualan Polisi untuk Nakutin Orang

57 tahun lalu

Terungkap! Peneror Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar Mengaku Polisi, Ini Ancamannya

57 tahun lalu

Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar Diteror Lewat Telepon, Diancam Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal