Incar Thailand dan Dubai, Jabar Targetkan 1,7 Juta Wisman

Yogi Pasha
Pemprov Jabar menargetkan sebanyak 1.750.000 wisatawan asing berkunjung ke provinsi ini pada 2018. (Foto: Dok.iNews.id)

BANDUNG, iNews.id - Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Barat menargetkan sebanyak 1.750.000 wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke provinsi ini pada 2018. Target tersebut naik 250.000 wisatawan dibandingkan pada 2017 sebanyak 1,5 juta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, Ida Hernida mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan 1.750.000 wisman masuk ke Jawa Barat. Sementara untuk wisatawan Nusantara (winus) ditargetkan sebanyak 52 juta orang.

"Tahun ini, kami akan menyasar wisman dari Thailand dan Dubai yang memang masih cukup besar. Sebelumnya, kami masih fokus menggarap wisman Singapura dan Malaysia," kata Ida, Jumat (05/01/2018).

Namun bukan berarti dua wisman dari negara tetangga itu diabaikan. Disparbud justru terus menggarap ceruk pasar itu. Salah satunya mendukung adanya kantor perwakilan BPPD di Singapura. Kantor tersebut diharapkan menjadi tempat mencari informasi wisman di Singapura tentang Jawa Barat.

Namun demikian, dari sisi destinasi Pemprov Jabar akan lebih menggenjot menjual potensi pariwisata di kawasan selatan. Mulai Sukabumi dengan potensi Goepark Ciletuh dan Pantai Pelabuhan Ratu, Pantai Rancabuaya di Garut, melintas wisata di Ciamis, dan berakhir di Pantai Pangandaran.

"Saat ini Pangandaran sedang berbenah. Pantainya akan ditata. Nanti tidak ada lagi tenda biru di sekitar pantai. Kami sedang berupaya merelokasi mereka," ujar dia.

Sementara itu, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Barat mengusulkan jalur Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung menjadi jalur pariwisata.

Ketua BPPD Jabar Cecep Rukmana meminta, pemerintah menjadikan jalur Bogor-Bandung (nontol) menjadi jalur pariwisata. Mengingat, arus transportasi darat kini telah beralih menggunakan jalan tol. Sementara daerah-daerah di kawasan jalur tersebut memiliki potensi pariwisata yang cukup bagus.

"Kami minta kendaraan ekonomi lainnya tidak lewat situ. Sehingga memberi kenyamanan khusus turis yang lewat jalur tersebut," kata Cecep pada Evaluasi dan Sosialisasi Program BPPD Jabar di Prama Grand Preanger Hotel, Kota Bandung.

Diketahui, jalur Jakarta-Bandung melalui Bogor dan Cianjur pernah menjadi jalur utama yang menghubungkan dua provinsi. Namun setelah pembangunan Tol Purbaleunyi, jalur tersebut sepi. Jalan tersebut kini hanya dipakai untuk rute tertentu ke Cianjur dan Bogor. Roda ekonomi di jalur tersebut pun cenderung stagnan.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bonus Rp1 Miliar Cair! Persib Sebut Hadiah Pemprov Jabar Jadi Pelepas Dahaga

57 tahun lalu

Pemprov Jabar Matangkan Konvoi Persib Juara, Wagub: Jangan Ada Kerusuhan Lagi!

57 tahun lalu

Dedi Mulyadi Tanggung Biaya Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Santunan Rp50 Juta Disiapkan

57 tahun lalu

Buntut Viral Bayi Tertukar, RSHS Bandung Didesak Investigasi Kelalaian Perawat

57 tahun lalu

Ribuan Jemaah Padati Gedung Sate, Dedi Mulyadi Salat Id Bersama Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal