TASIKMALAYA, iNews.id - Isak tangis ibu-ibu dan ratusan relawan Dedi Mulyadi pecah saat menggelar doa bersama di Gedung Dakwah Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (18/11/2017) pagi. Mereka kecewa lantaran Bupati Purwakarta dua periode itu, tidak dicalonkan oleh partainya dalam pemilihan gubernur Jawa Barat 2018 mendatang.
Para relawan menilai keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar yang tidak merekomendasikan Dedi Mulyadi sebagai bakal calon gubernur merupakan bentuk kezaliman. Padahal, Dedi Mulyadi jelas-jelas merupakan ketua DPW Partai Golkar Jabar.
Sejauh ini, Ketua DPW Partai Golkar Jabar yang juga Bupati Purwakarta ini terus menyosialisasikan diri sebagai bakal calon gubernur. Namun, DPP Partai Golkar malah memilih bakal calon lain.
Meski demikian, relawan Dedi Mulyadi tetap optimis, dan terus berupaya, salah satunya dengan cara mendoakan Dedi Mulyadi melalui majelis-majelis dzikir. Salah satunya seperti yang dilaksanakan Di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya, yang dipimpin oleh ustad Waryono.
Nanang Yudi, salah seorang relawan Dedi Mulyadi mengatakan, pengajian ini dilaksanakan dalam rangka mendoakan Dedi Mulyadi agar tetap dapat maju dalam jajaran bakal calon gubernur Jawa Barat.
“Kita di sini mendoakan supaya Kang Dedi dilancarkan dan dikabulkan seluruh maksud dan tujuannya. Kalaupun sekarang Kang Dedi ditinggalkan oleh partainya sendiri, kami yakin Kang Dedi bisa lebih tengan dan sigap lagi untuk turun ke masyarakat,” ujarnya.
Menurut Nanang, kegiatan serupa juga bakal digelar di daerah-daerah lain di wilayah Jawa Barat, seperti di Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Sumedang. Para relawan relawan berharap, semua niat baik dan maksud Dedi Mulyadi untuk maju ke pilgub Jabar bisa terwujud dan dilancarkan.