6 Bocah Korban Sodomi Teman Mainnya di Tasikmalaya Menjalani Visum

Asep Juhariyono
Ketua KPAID Tasikmalaya, Ato Rinanto berbicara dengan keenam bocah korban sodomi yang diduga dilakukan oleh siswa kelas 4 SD di Kampung Citatah, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, sesaat sebelum para korban menjalani visum di Rumah Sakit SM

TASIKMALAYA, iNews.id - Sebanyak enam bocah yang diduga menjadi korban sodomi oleh bocah kelas 4 SD yang juga teman bermainnya, menjalani visum oleh tim medis Rumah Sakit Singaparna Medical Center (SMC), Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (16/3/2018) pagi tadi. Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya menyatakan, tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya dalam kasus ini. Untuk itu, pihak KPAID masih akan terus melakukan investigasi terkait hal tersebut.

Setelah melaporkan kejadian dugaan sodomi yang menimpa enam bocah yang masih berusia antara 6 hingga 9 tahun ke Satreskrim Polres Tasikmalaya, didampingi petugas KPAID Kabupaten Tasikmalaya dan orang tuanya, keenam korban menjalani visum di Rumah Sakit SMC, Kabupaten Tasikmalaya.

Selain orang tua dan petugas KPAID, visum yang dilakukan oleh tim medis Rumah Sakit SMC Kabupaten Tasikmalaya ini, mendapat pengawalan dari Polwan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres (PPA) Tasikmalaya. Semua korban yang masih duduk dibangku sekolah PAUD hingga SD ini, terlihat berjalan menuju ruang pemeriksaan poliklinik anak yang berada di lantai dua Rumah Sakit SMC.

Sejumlah orang tua korban yang ikut menemani, terlihat menangis di ruang tunggu pemeriksaan. Tampak pula, seorang petugas berusaha untuk menenangkan orang tua para korban. Tidak begitu lama menunggu, satu per satu bocah korban sodomi ini, dibawa masuk ke ruang pemeriksaan. Mereka akan menjalani pemeriksaan dan visum oleh dokter spesialis anak.

Menurut ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, saat ini pihaknya bersama orang tua dan petugas Unit PPA melakukan visum terhadap keenam bocah yang diduga menjadi korban sodomi, yang dilakukan oleh bocah yang masih duduk di kelas 4 SD. “Visum ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana peristiwa yang dialami oleh mereka,” ucap Ato Rinanto.

Ato mengatakan, pihaknya menduga masih ada korban lain dalam kasus ini. Untuk itu, pihaknya masih terus melakukan investigasi dan pendataan di lokasi kejadian, di Kampung Citatah, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. “Kami sementara melakukan penyelidikan bersama Unit PPA untuk mengetahui apakah ada korban lainnya. Tapi ya kami berharap sudah tidak ada lagi korban lainnya,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, didampingi oleh orang tua dan KPAID Kabupaten Tasikmalaya, keenam anak tersebut membuat laporan pengaduan ke Satreskrim Polres Tasikmalaya, Kamis, 15 Maret 2018. Mereka menjalani pemeriksaan terkait dugaan tindakan sodomi yang dilakukan teman mereka berinisial D.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Arus Balik lebaran di Lingkar Gentong Tasikmalaya Ramai Lancar di Hari Pertama Kerja

57 tahun lalu

Pemudik Diimbau Pulang Lebih Awal Hindari Macet, Jangan Tunggu Puncak Arus Balik

57 tahun lalu

Kunjungi Ponpes Cipasung Tasikmalaya, Wapres Gibran Takjub Santri Kuasai AI 

57 tahun lalu

3 Tempat Wisata di Tasikmalaya dengan Spot Foto Instagramable Terbaik!

57 tahun lalu

Ponpes Cipasung Luncurkan Kampung Pangan dan Santripreneur Sambut Usia 1 Abad

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal