BANGLI, iNewsid - Tradisi Mepasah merupakan pemakaman dengan membiarkan jenazah berada di alam terbuka. Uniknya, tradisi ini hanya bisa ditemukan di Desa Trunyan. Terletak di kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali
Dilansir dari portal Budaya Indonesia disebutkan jika, Desa Trunyan jadi salah satu wilayah yang dihuni Suku Bali Aga atau Bali Mula yang masih teguh memegang kepercayaan leluhurnya.
Diketahui, Bali Aga atau Bali Mula merupakan suku bangsa yang pertama mendiami Pulau Bali.
Jika biasanya kita mendengar ucapara Ngaben dalam menguburan di Bali maka berbeda dengan tradisi Mepasah.
Jenazah warga yang meninggal akan diletakkan di bawah pohon. Kepercayan setempat menyebutkan dalam satu pohon hanya boleh menyimpan 11 jenazah. Lalu bagaimana jika ada jenazah baru? jenazah yang lama biasa akan dipindahkan terlebih dahulu.