Kodam IX Udayana Buat 151 Titik Air Bersih di Bali dan Nusa Tenggara

Antara
Pangdam IX Udayana Mayjen Maruli Simanjuntak. (Foto: iNews/Pande Wismaya)

DENPASAR, iNews.id - Kodam IX Udayana merealisasikan 151 titik air bersih yang tersebar di wilayah Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Pembuatan titik air itu untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air yang layak.
 
"Terkait air bersih maupun sanitasi ini sudah berjalan sekitar enam atau tujuh bulan yang lalu. Kami sudah membuat 151 titik air tersebar di Bali-Nusa Tenggara, dan nantinya akan ada 51 titik lagi," kata Pangdam IX Udayana Mayjen Maruli Simanjuntak dalam siaran pers di Denpasar, Kamis (22/9/2021).

Maruli mengatakan, tugas selanjutnya Kodam IX Udayana yaitu menuntaskan sebanyak 51 titik, sehingga secara keseluruhan tersebar 202 titik air bersih maupun sanitasi. Dia menargetkan 51 titik ini bisa selesai bulan depan.

"Yang perlu diingat bahwa ini semua adalah hasil kerja bersama. Semua yang ada di Kodam IX/Udayana ini mempunyai andil dalam pelaksanaan pembuatan kegiatan-kegiatan sosial Kodam IX/Udayana," ujar Maruli.
 
Maruli mengatakan, tTerkait proyek pengairan untuk pertanian, akan dicoba pada tiga provinsi yang masuk dalam wilayah Kodam IX/Udayana.

"Saat ini yang sedang berjalan ada tiga, yaitu di wilayah Sumba Timur ada 460 hektar lahan, di Sumba Tengah yang baru terdata ada 5.000 hektar berupa kebun Jagung yang belum dialiri air dan yang ketiga di Tabanan, Bali seluas 220 hektar," ujarnya.

Sementara itu menyambut HUT ke-76 TNI, Maruli menegaskan bahwa sebagai prajurit TNI harus memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

Dia mengatakan, dalam rangka memperingati HUT ke-76 TNI, telah dilaksanakan sejumlah kegiatan yaitu donor darah serentak dan bansos.
 
"Ke depannya kami akan menjadwalkan setiap satuan guna mendapat cadangan darah untuk PMI yang mana per tiga bulan akan didata oleh satuan masing-masing," katanya.
 
Selain itu terdapat beberapa kegiatan sosial lainnya seperti kegiatan rehab rumah tidak layak huni atau RTLH. Rencananya, juga akan meresmikan pompa hidram untuk pengairan sawah.
 
"Mudah-mudahan ini dapat dijadikan suatu pilot project untuk mengatasi permasalahan tentang lahan sawah maupun kebun yang tadah hujan dan bahkan yang selama ini tidak diolah," kata mantan Danpaspampres ini

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Geger! Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Tersangkut di Sungai Ayung Ubud Bali

57 tahun lalu

Kemarau Meluas, Bali dan Nusa Tenggara Alami Hari Tanpa Hujan

57 tahun lalu

Kekeringan Mulai Landa Cilacap Jateng, 2 Desa Krisis Air Bersih

57 tahun lalu

Kekeringan di Bondowoso, Polisi Distribusikan Bantuan Air Bersih ke Warga Bersama BPBD

57 tahun lalu

Dampak Darurat Kekeringan, Emak-Emak di Klabang Bondowoso Serbu Droping Air Bersih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal