Pendangkalan Muara Pelabuhan Pangkalbalam Babel, Puluhan Kapal Tertahan di Tengah Laut

Haryanto
Kapal-kapal besar harus menunggu hingga air pasang tinggi untuk dapat merapat dan melakukan bongkar muat di Pelabuhan Pangkalbalam, Bangka Belitung. (Foto: Haryanto).

PANGKALPINANG, iNews.id – Puluhan kapal barang tertahan di tengah laut akibat pendangkalan alur muara Pelabuhan Pangkalbalam, Bangka Belitung (Babel). Kondisi ini menyebabkan kapal-kapal besar harus menunggu hingga air pasang tinggi untuk dapat merapat dan melakukan bongkar muat. 

Pendangkalan yang terjadi membuat alur sungai hanya memiliki ketinggian air 1,2 meter saat surut. Sedangkan kapal-kapal besar membutuhkan ketinggian air hingga 4,9 meter.

Dampak kondisi ini, tertundanya bongkar muat termasuk keterlambatan distribusi bahan pokok seperti beras dan sembako lainnya, sehingga memicu lonjakan harga serta berkontribusi pada tingginya angka inflasi di Bangka Belitung. 

Gubernur Babel, Hidayat Arsani telah meninjau langsung situasi tersebut. Sebagai solusi, Hidayat berencana melegalkan penambangan pasir di alur muara Pelabuhan Pangkalbalam untuk mendalami sungai tersebut. 

Kebijakan ini akan melibatkan kerja sama dengan PT Timah Tbk dan pihak-pihak terkait lainnya. 

"Saya akan memanggil PT Timah, bagaimana kompensasinya, kita akan keruk dengan kapal-kapal tradisional karena kalau dengan kapal isap yang asli kita tidak punya duit, APBD nya enggak mungkin, bangkrut kita," ujar Hidayat di lokasi, Rabu (20/4/2025).

Selama proses pengerukan, aktivitas bongkar muat akan dipindahkan sementara ke Pelabuhan Sadai di Toboali atau ke Pelabuhan Belinyu di Bangka. Langkah ini diambil guna mengatasi biaya pengerukan yang diperkirakan mencapai hingga 1 triliun rupiah.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Oknum ASN Bakar Kantor Dishub Babel jadi Tersangka, Terancam Dipecat!

57 tahun lalu

Terungkap! ASN Nekat Bakar Kantor Dishub Babel gegara Sakit Hati Tak Naik Pangkat

57 tahun lalu

Detik-Detik Kecelakaan Truk Pupuk Tabrak Motor di Pangkalpinang, 3 Orang Tewas Tertindih

57 tahun lalu

Tambang Timah Ilegal di Hutan Produksi Babel Digerebek, 2 Pemilik Ditangkap

57 tahun lalu

Mudik Gratis Naik Kapal Perang, 1.300 Warga Bangka Belitung Diangkut KRI Semarang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal