McLaren Kembangkan Hypercar Bertenaga Listrik

Riyandy Aristyo
Masalah baterai masih menjadi tantangan, McLaren ingin membuktikan teknologi listrik tidak memengharuhi kinerja pada mesin hypercar. (Foto: Istimewa)

WOKING, iNews.id - McLaren P1 mengantarkan era kendaraan hypercar hybrid bersamaan dengan Porsche 918 Spyder di saat orang lain hanya terpaku pada mobil hybrid listrik biasa milik Toyota Prius dan Chevrolet Volt. McLaren ingin membuktikan teknologi listrik tidak memengharuhi kinerja pada mesin hypercar.

Tak heran, bila sejumlah produsen mobil mempertimbangkan untuk menyuntikkan teknologi electric vehicle (EV) pada seluruh komponen hypercar-nya.

Dilansir dari Motor Trend, Jumat (21/12/2017), Direktur Teknik Desain McLaren, Dan Parry-Williams mengemukakan, pihaknya saat ini sedang menguji prototype EV pada jalanan berair, apakah terjadi kerusakan atau tidak.

"Kami memiliki bagian EV murni dan sebagai alasan bagaimana kami bisa memberikan keterlibatan pengemudi ke dunia listrik sepenuhnya. Tapi, produk kami masih dalam proses perjalanan ke sana," ujarnya.

Kabar terakhir, McLaren mempersiapkan kendaraan EV untuk diluncurkan pada 2020. Dalam laporan tersebut dikatakan bahwa model baru milik McLaren tidak akan menggantikan P1, namun berada satu slot di bawah supercar yang dibanderol USD1 juta atau sekitar Rp13,4 miliar.

Parry Williams mengungkapkan, jika McLaren menghadapi banyak kendala saat harus membangun supercar EV, teknologi baterailah yang menjadi isu utama. Industri EV harus menginvestasikan banyak baterai yang dapat mengakomodasi kerapatan daya yang dibutuhkan hypercar agar dapat memiliki kinerja tinggi.

"Katakan, kalau Anda ingin mengendarai mobil di jalan selama setengah jam. Jika itu adalah EV, maka mobil tersebut hanya bisa menempuh jarak 500 mil. Dan itu bukan merupakan karakteristik mobil type supercar. Energi yang dibutuhkan untuk performa tinggi, dibutuhkan daya baterai yang tinggi pula," jelasnya.


Untuk saat ini, McLaren nampaknya cukup puas dengan mesin pembakaran internal. Mesin yang diterapkan pada McLaren Senna ini memiliki kekuatan 789 tenaga kuda (horse power/hp) dari twin-turbo 4.0-liter V-8.

McLaren sendiri berambisi untuk memproduksi setengah mobil barunya memakai teknologi hybrid pada 2022.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Aksesoris
1 hari lalu

Populasi Mobil Listrik Naik, Thunder Kembangkan Aki EV di Indonesia

Niaga
2 hari lalu

Wow! Investasi di Sektor Kendaraan Listrik Tembus Rp36 Triliun

Mobil
2 hari lalu

Tambah Amunisi, BAIC Siap Luncurkan Mobil Listrik Arcfox T1

Mobil
5 hari lalu

Pemerintah Catat Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Meroket 10 Kali Lipat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal