MUNICH, iNews.id - Produsen mobil asal China, Geely gagal mendapatkan akses teknologi dari perusahaan induk Mercedes-Benz, Daimler. Raksasa otomotif Jerman tersebut menolak proposal pembelian saham di perusahaan tersebut.
Dilansir dari Autopro, Jumat (1/12/2017), Geely telah menawarkan untuk membeli 5% saham Daimler, terkait dengan Mercedes-Benz USD4,5 miliar atau sekitar Rp60 triliun. Tujuan perusahaan mobil asal China ini adalah mendekati teknologi mobil listrik Mercedes agar bisa digunakan untuk produk dalam negeri di masa mendatang.
Hanya dalam waktu singkat, China akan memperketat peraturan emisi dan perusahaan mana pun akan merasa sulit untuk mendistribusikan model kendaraan bermesin bahan bakar minyak.
Jika Daimler menerima tawaran Geely, perusahaan China tersebut akan menjadi pemegang saham terbesar ketiga di Daimler setelah Kuwait Investment Authority dan BlackRock.
Meski menolak menjual 5% sahamnya, Daimler membuka pintu bagi Geely untuk membeli dari pemegang saham lain jika mereka bisa meyakinkan.
Juru bicara Daimler mengatakan pihaknya menyambut baik minat investor baru dalam jangka panjang di perusahaan tersebut.