Wapres Soal Konflik PKB dan PBNU: Awalnya Gegeran, Akhirnya Ger-Geran

Binti Mufarida
Wakil Presiden Ma’ruf Amin (foto: Setwapres)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin merespons konflik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang hingga kini masih panas. Menurutnya awalnya gegeran tapi akhirnya ger-geran. 

Istilah ini berawal dari bahasa Jawa. Gegeran berarti keributan, sedangkan ger-geran berarti tertawa bersama. 

"Ya itu saya kira itu nanti juga selesai. Biasa di NU itu awalnya gegeran, akhirnya ger-geran," kata Wapres usai menghadiri upacara peringatan HUT RI ke-79, di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2024).

Wapres mengaku tak bisa menghadiri Muktamar PKB di Bali pada 24-25 Agustus mendatang. Acara itu bertepatan dengan kunjungan kerjanya ke luar negeri.

"Saya tidak bisa hadir, karena saya ada kunjungan ke luar negeri," ujar Wapres.

Namun dia tetap mendukung agar forum tertinggi partai itu bisa berjalan dengan baik dan sukses. Sebab PKB selama ini juga telah melahirkan kader-kadernya yang berkontribusi terhadap bangsa Indonesia.

"Tapi saya support muktamarnya berjalan lancar karena PKB salah satu partai yang memang perannya dalam kehidupan berbangsa ini," pungkasnya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hilal Tak Terlihat, PBNU Umumkan 1 Muharram 1448 H Rabu 17 Juni 2026

57 tahun lalu

GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Masuk Struktur Termasuk Waka BP BUMN

57 tahun lalu

PBNU: Iduladha Ajarkan Keteguhan Iman dan Kesiapan Berkorban

57 tahun lalu

Menag: Hari Raya Iduladha 1447 H Serentak 27 Mei 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal