Nas menjelaskan dalam proses pembangunan Kopdes, terdapat kendala yakni keterbatasan akses masuk alat berat yang digunakan ketika melewati sekolah. Oleh karena itu, TNI berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pembongkaran agar alat berat tersebut bisa melintas.
"Akses jalannya kurang sehingga melewati sekolah. Nah, pas manuver alat berat, kena tiang sekolah yang pojok," ucapnya.
"Si petugas Dandim dan Babinsa berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah 'Pak Lurah, Kepala Desa. Boleh nggak ini kita geser sebentar, Pak, tiang ini?', 'Boleh, silakan'," sambungnya.
Ia menegaskan setelah adanya kesepakatan, sebagian bangunan sekolah dibongkar sementara. Setelahnya, pihaknya memperbaiki bangunan sekolah yang terdampak tersebut.
"Jadi tiang itu digeser untuk manuver alat sebentar, setelah itu akan diperbaiki kembali," kata Nas.