Tragedi Bulan Madu Berujung Maut di Solok Dapat Perhatian Eks Direktur WHO, Ini Tanggapannya

Muhammad Sukardi
Ilustrasi water heater mengeluarkan gas beracun karbon monoksida (CO). (Foto: Ilustrasi AI)

JAKARTA, iNews.id - Tragedi bulan madu berujung maut yang dialami pengantin baru di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mendapat perhatian mantan Direktur Badan Kesehatan Dunia (WHO). Apa tanggapannya?

Media sosial dikejutkan dengan kabar kematian tragis seorang istri yang sedang bulan madu di penginapan glamping di kawasan Alahan Panjang. Perempuan itu tewas diduga usai menghirup gas karbon monoksida yang dihasilkan alat water heater berbahan bakar elpiji. Sementara itu, suaminya kini dalam keadaan kritis.

Usai kabar ini ramai dibahas di media sosial, banyak netizen bertanya-tanya bagaimana bisa karbon monoksida menyebabkan keracunan. Mantan Direktur WHO Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan dari sisi kedokteran.

Alasan Gas Karbon Monoksida (CO) Bisa Sebabkan Kematian  

Menurut Prof Yoga, masyarakat perlu paham terlebih dulu bahwa karbon monoksida (CO) adalah gas yang tidak berbau (odorless), tidak berasa (tasteless), dan tidak berwarna (colourless). Dari sisi kedokteran, afinitas gas CO itu 200 kali lebih kuat daripada O2 untuk berkawan dengan hemoglobin.

"Artinya, kalau seseorang menghirup gas CO maka ikatan HB O2 (yang membawa oksigen ke seluruh tubuh) akan digantikan dengan HB CO," papar Prof Tjandra dalam keterangan resminya, Senin (13/10/2025).

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pengantin Baru Tewas saat Bulan Madu di Solok, Diduga Keracunan Gas Water Heater dari Elpiji

57 tahun lalu

Kronologi Lengkap Pengantin Baru Tewas saat Bulan Madu di Solok, Suami Ditemukan Kritis

57 tahun lalu

Bulan Madu Pengantin Baru Berujung Maut di Solok, Suami Kritis Istri Tewas

57 tahun lalu

Guns N' Roses Konser di Jakarta November 2026, Siap-Siap War Tiket!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal