JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan polisi baik dan tentara yang hebat adalah tuntutan rakyat, bukan sekedar mengikuti selera pimpinan. Penegasan itu diungkapkan Prabowo dalam dialog bersama sejumlah tokoh dan jurnalis di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip Minggu (22/3/2026).
Mulanya, Prabowo menegaskan komitmen untuk membenahi aparat penegak hukum, termasuk Polri dan TNI, sebagai upaya memperkuat fondasi negara dan meningkatkan kepercayaan publik.
Kepala Negara mengatakan, reformasi tidak hanya terbatas pada satu institusi, melainkan mencakup seluruh perangkat negara yang memiliki peran dalam penegakan hukum.
"Saya lihat sekarang kepolisian banyak menindak perwira-perwira yang enggak beres ya. Kalau kita lihat ada apa, kapolres ada ya beberapa ini, ya saya kira itu arah yang lebih baik dan juga TNI ada perwira-perwira TNI yang enggak beres juga. Penyelundupan itu pasti pasti terjadi karena lemahnya penegak hukum dan TNI angkatan laut bagaimana. Iya kan?" katanya.
Menurutnya, aparat di berbagai level harus bertanggung jawab terhadap kondisi di wilayahnya. Dia mempertanyakan bagaimana kegiatan ilegal bisa berlangsung tanpa diketahui oleh pejabat setempat.
"Danrem bagaimana, Dandim bagaimana, Babinsa bagaimana? Kok bisa terjadi tambang ilegal? Saya pertanyakan, saya bilang, 'Panglima TNI, kamu usut bagaimana ada tambang ilegal.' Babinsa tidak tahu, Danramil tidak tahu, Kodim tidak tahu, Danrem tidak tahu. Untuk apa kita punya pejabat seperti itu? Kalau dia tidak tahu atau tidak mau tahu tambang ilegal, perkebunan ilegal, dan sebagainya. Iya kan? Jadi ini saya kira kita harus fair. Polisi harus beresin diri," katanya.