Survei ISDS dan Litbang Kompas: 78,9 Persen Masyarakat Percaya Kehadiran China di LCS jadi Ancaman RI

Giffar Rivana
Kapal China di Laut China Selatan (LCS) menjadi ancaman bagi negara ASEAN termasuk Indonesia. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 78,9 persen masyarakat percaya kehadiran China di Laut China Selatan (LCS) menjadi ancaman bagi negara ASEAN termasuk Indonesia. Hal itu berdasarkan survei Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) bersama dengan Litbang Kompas.

"Responden melihat bahwa China itu datang sebagai ancaman. Ancaman bagi negara di ASEAN dan Indonesia sendiri," kata peneliti Litbang Kompas, Dimas Okto dalam webinar yang bertajuk 'Menjaga Kedaulatan dan Mencari Kawan di Laut China Selatan', Selasa (19/3/2024).

Menariknya bukan hanya sebagai ancaman, kata dia, kehadiran China di LCS juga dianggap sebagai keuntungan bagi negara ASEAN dan Indonesia.

"Sebanyak 16,5 persen kehadiran China itu menjadi keuntungan bagi negara di ASEAN, dan 19,4 persen menjadi keuntungan di Indonesia," ungkap Dimas.

Dimas melanjutkan, tingginya angka keuntungan kehadiran China di LCS, datang dari perspektif Gen Z, bahwa China menjadi sebuah keuntungan ada di LCS.

"Bahwa Gen Z itu itu yang mempersepsi tinggi bahwa kehadiran China itu menjadi keuntungan bagi negara ASEAN," katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Xi Jinping dan Putin Bertemu Hari Ini, Bahas Apa?

Internasional
4 hari lalu

Setelah Trump, Giliran Putin ke China Bertemu Xi Jinping

Nasional
5 hari lalu

Indonesia-Arab Saudi Berpotensi Rayakan Iduladha 1447 H Serentak pada 27 Mei

Internasional
6 hari lalu

Trump Belum Lihat Indikasi AS dan China Bakal Perang gara-gara Taiwan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal