JAKARTA, iNews.id - Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) jangan dinilai sebagai serangan balik terhadap lawan politiknya. Namun, pidato tersebut sebagai jawaban Jokowi atas kritik yang belakangan ditujukan kepada dirinya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memuji pidato Jokowi yang dianggapnya mampu menjawab kritikan. Pidato Jokowi juga bentuk pertanggungjawabannya sebagai pemimpin.
"Bukan serangan balik. Pak Jokowi melakukan klarifikasi menjadi pemimpin harus membangun optimisme. Menjadi pemimpin itu harus menggelorakan harkat dan martabat bangsa untuk menyatukan semangat gotong-royong," ujar Hasto di DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (8/4/2018).
Jokowi dalam pidatonya menyinggung soal polemik Indonesia akan bubar pada 2030. Menurutnya, seorang pemimpin itu jangan pesimis, sebaliknya harus memberikan optimsme kepada rakyat.
Banyak pihak kemudian mengaitkan ini sebagai jawaban dari pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan adanya kajian dari negera-negara lain tentang Indonesia akan bubar pada tahun 2030.
Prabowo kemudian mengaitkan dengan elite di Indonesia yang tidak peduli dengan adanya penguasaan asing terhadap aset bangsa ini. Menurutnya kondisi tersebut yang merusak bangsa Indonesia. Prabowo juga menyebut semakin tinggi kedudukan, semakin curang, culas, semakin maling.