Data BMKG menyebutkan, pusat gempa utama berada sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna. Gempa itu sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.
Wilayah yang masuk dalam peringatan dini tsunami yakni Gorontalo, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Peringatan ini diterbitkan BMKG setelah analisis awal menunjukkan adanya potensi tsunami.
Setelah gempa utama, wilayah Tahuna dan sekitarnya terus diguncang gempa susulan. Dalam dua jam terakhir, terjadi belasan kali gempa bumi dengan magnitudo bervariasi.
Meski begitu, BMKG menyebut seluruh gempa susulan yang tercatat dalam rentang waktu tersebut tidak berpotensi tsunami. Masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah percaya kabar yang belum terverifikasi.
Berdasarkan data BMKG, gempa susulan terjadi berulang sejak pukul 09.56 WIB hingga pukul 12.12 WIB. Magnitudo gempa susulan tercatat mulai dari M3,7 hingga M5,8.