-Menyampaikan informasi mengenai pengetahuan.
-Gaya penulisannya bersifat mengajak.
-Bahasanya lugas dan menggunakan bahasa baku.
-Tidak berpihak, tidak mendorong pendapat penulis pada pembaca.
-Berisi rangkaian informasi yang objektif dan netral.
-Fakta digunakan sebagai alat pendukung argumen.
1. Kenakalan Remaja
Tesis
Saat ini, kenakalan remaja menjadi salah satu permasalahan nasional di negeri kita. Kenakalan remaja itu sendiri diartikan sebagai perilaku yang menyimpang dan termasuk dalam permasalahan yang melibatkan hukum. Para ahli pendidikan berpendapat bahwa kenakalan remaja dilakukan oleh orang yang merasa sudah dewasa, namun kenyataannya mereka masih anak-anak yang berusia 13-18 tahun.
Argumentasi
Ada banyak faktor pendukung yang remaja bertindak buruk, seperti memiliki masalah dalam lingkungan keluarga, atau akibat bergaul dengan teman sebaya yang bermasalah juga. Kenakalan remaja tersebut dapat berbentuk tawuran, merokok, memakai narkoba, dan seks bebas. Usia remaja merupakan usia bagi seseorang dalam mencari jati dirinya dan masih belum stabil sehingga belum mampu memilah mana yang baik dan buruk. Dalam usia remaja, seseorang seharusnya tumbuh dengan pendidikan yang baik, dan didampingi oleh orang tua yang bijak.
Penegasan Ulang
Oleh karena itu, kenakalan remaja harus diatasi dan dicegah. Perkembangan remaja harus diarahkan ke arah yang positif dan didampingi oleh orang tua, termasuk pendidikan yang positif dan memadai. Dengan melakukan cara tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa masalah kenakalan remaja akan dapat teratasi secara perlahan.