Pencemaran Suara
Pencemaran suara juga merupakan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh suara bising secara terus menerus. Sumber pencemaran suara biasanya disebabkan oleh suara mesin pabrik, suara kereta api, bus, motor, pesawat terbang, dan suara gaduh lainnya.
Adapun sumber kekuatan suara di antaranya:
Percakapan normal : 40 dB
Keributan : 80dB
Kereta Api : 95 dB
Mesin motor 5 PK : 105 dB
Pesawat jet lepas landas : 150 dB
Dampak Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan memiliki dampak yang cukup serius jika tidak diupayakan penanggulangannya atau solusinya. Hal ini tentunya dapat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi.
Adapun dampak yang ditimbulkan di antaranya seperti berikut ini.
-Pemekatan Hayati
-Keracunan dan penyakit
-Punahnya spesies
-Peledakan hama
-Terganggunya keseimbangan lingkungan
-Kesuburan tanah berkurang
-Terjadinya hujan asam
-Penipisan lapisan ozon
-Efek rumah kaca
-Pertukaran udara dari udara ke air dan sebaliknya menjadi terganggu
-Fitoplankton tidak dapat hidup, karena tidak dapat berfotosintesis
-Terganggunya kehidupan organisme, terutama mikro organisme dalam tanah
-Berubahnya sifat kimia dan fisik tanah
-Merubah dan mempengaruhi keseimbaangan ekologis
Berdasarkan buku "Pendidikan Lingkungan Hidup" untuk SD/MI Kelas 5 terbitan Grasindo, cara menanggulangi pencemaran lingkungan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pencegahan (preventif) dan perbaikan (rehabilitasi)
Cara Pencegahan (Preventif)
Upaya pencegahan dampak pencemaran lingkungan dapat dilakukan sebelum pencemaran terjadi. Misalnya saja untuk mengurangi pencemaran air, maka hal yang bisa dilakukan adalah
-Tidak membuang sampah ke sungai atau saluran air lainnya.
-Mengurangi penggunaan deterjen atau bahan pencuci kimia lainnya.
-Semua pabrik yang membuang limbahnya ke sungai harus memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sehingga limbah yang dibuang tidak merusak kualitas air sungai.