JAKARTA, iNews.id – Gubernur Anies Baswedan menjamin perawatan untuk seluruh korban kerusuhan yang terjadi di sejumlah kawasan di Ibu Kota sejak tadi malam hingga dini hari tadi. Dia pun memastikan, biaya rumah sakit mereka akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
“Kita tangani semua (korban) di tempat (rumah sakit) ini dan kita pastikan bahwa tidak dikenakan biaya, sehingga semuanya tenang sampai sembuh tuntas,” ujar Anies di RSUD Tarakan, Cideng Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).
Dia menuturkan, bila korban memiliki kartu BPJS Kesehatan, biaya rumah sakit akan ditanggung oleh asuransi pelat merah tersebut. Namun, jika korban tidak memiliki BPJS Kesehatan, Pemprov DKI bersedia menanggung seluruh biayanya.
“Jadi, kebijakannya pakai BPJS. Tapi bila tidak (punya) maka Pemprov DKI akan menanggung biaya perawatan di RS,” tutur Anies.
Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu tidak mempermasalahkan warga turun ke jalan untuk melakukan unjuk rasa. Akan tetapi, dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat serta aparat untuk menahan diri agar Ibu Kota tetap dalam suasana kondusif, sehingga aktivitas bisa berjalan normal kembali.
“Tahan diri. Kita ingin agar suasana di Jakarta tetap suasana yang kondusif untuk berkegiatan sehari-hari,” ucapnya.
Situasi keamanan di Jakarta menurun pascapengumuman hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Selasa (21/5/2019) kemarin. Kerusuhan terjadi di sejumlah titik di Ibu Kota menyusul aksi massa menolak kecurangan pemilu di depan Gedung Bawaslu, tadi malam. Akibat insiden itu, enam orang meninggal dunia, dan ratusan luka-luka.