PBNU Menolak Keras Penggunaan Narasi Politik Identitas dalam Kontestasi Pemilu 2024

Martin Ronaldo
Nahdlatul Ulama (NU). (Istimewa)

JAKARTA, iNews.id- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengkritik keras pernyataan Ade Armando terkait pemilih Kristen dan peluang Anies Baswedan pada Pemilu 2024.

Sekjen PBNU, Sulaeman Tanjung dengan tegas meminta kepada Ade Armando untuk tidak menggunakan politik identitas dalam kehidupan berbangsa pada saat momentum yang saat ini tengah sejuk.

"PBNU menilai Ade Armando tidak seharusnya mengangkat isu identitas Kristen dalam politik karena akan merugikan umat Kristen. Jika ada persepsi bahwa umat Kristen berhadapan secara politik dengan kelompok lain, konsekuensinya akan berbahaya sekali bagi masa depan umat Kristen itu sendiri. Memperalat identitas agama dalam politik sangat berbahaya terhadap keutuhan bangsa," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (5/11/2022).

Dirinya juga menolak dengan keras penggunaan narasi politik identitas dalam kontestasi Pemilu mendatang. Hal itu nantinya, dinilai dapat merusak kerukunan umat beragama.

"PBNU menentang penggunaan politik identitas dalam Pilpres maupun pemilihan kepala daerah, karena cara seperti ini, akan merusak keutuhan bangsa dan NKRI. PBNU menghimbau kepada semua pihak agar tidak terpancing isu identitas agama atau isu2 lain yg akan memecah belah keutuhan bangsa ini," ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
Nasional
8 jam lalu

Aliansi 40 Ormas Islam Minta Bareskrim Usut Ade Armando Cs terkait Video Ceramah JK

Nasional
9 jam lalu

40 Ormas Islam Tolak Laporan soal Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Nasional
10 jam lalu

Mahfud MD Usul Ambang Batas Parlemen Dihapus, Soroti 17 Juta Suara Pemilu 2024 Terbuang

Nasional
4 hari lalu

Ade Armando Batal Minta Maaf ke JK jika 40 Ormas Islam Tak Cabut Laporan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal