Untuk mengurangi risiko penyakit, masyarakat disarankan rutin memantau kualitas udara, menggunakan masker saat kondisi udara memburuk, memperbanyak konsumsi air putih, serta menghindari minuman beralkohol dan berkafein berlebihan. Menghindari paparan asap rokok dan sumber polusi lainnya juga dinilai penting selama musim kemarau berlangsung.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menutup ventilasi rumah saat tingkat polusi meningkat. Di samping itu, penerapan pola hidup bersih dan sehat serta pemberantasan sarang nyamuk perlu dilakukan secara rutin guna mencegah meningkatnya kasus penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.
Apabila mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan cuaca panas, polusi udara, atau penyakit lain yang muncul selama musim kemarau, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat.