Muncul Pernyataan Nyleneh soal Covid-19, Mahfud MD Minta Masyarakat Hati-Hati

Fahreza Rizky
Menkopolhukam Mahfud MD meminta masyarakat mewaspadai pendapat sesat terkait Covid-19 (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan, saat ini kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah sangat penting dalam penanganan Covid-19. Tokoh agama, tokoh masyarakat, ilmuwan, dan lain sebagainya diharapkan bisa menjadi motor penggerak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan demi menekan jumlah korban.

Namun demikian, Mahfud mengungkapkan saat ini masih ada tokoh agama, ilmuwan hingga dokter yang nyeleneh mengatakan tentang pandemi Covid-19. Misalnya saja mereka menyebut penanganan corona oleh pemerintah salah, menganggap penggunaan masker tidak perlu, hingga menganggap virus ini hasil konspirasi.

"Kami mohon kesadaran kita semua karena di sejumlah daerah itu masih ada tokoh masyarakat termasuk tokoh agama bahkan ada dokter yang nyeleneh, ada profesor yang nyeleneh, bilang bahwa ini salah penanganannya, ada yang bilang masker itu tidak perlu, padahal itu keputusan WHO," kata Mahfud saat menghadiri silaturahim virtual dengan alim ulama, pengasuh pondok pesantren, ormas Islam, dan pimpinan lembaga keagamaan se-Jawa Barat, Minggu (25/7/2021).

"Ya kalau mau bicara dokter hampir semua dokterlah, 100 persen percaya ini dan bekerja untuk ini, tapi kalau 100 persen mungkin ada 00,1 persen mungkin ada dua atau tiga orang yang selalu berbeda mungkin agar pendapatnya didengar orang sendiri secara berbeda, itu ada, bahkan ada profesor yang mengatakan ini konspirasi orang Yahudi dan macam-macam, nggak ada hubungannya, karena semua sekarang agama apapun kena," katanya lagi.

Mahfud berujar masih ada tokoh agama yang belum disiplin protokol kesehatan dan melakukan provokasi. Karenanya Mahfud meminta para tokoh dapat memberikan pengertian agar tidak bersikap seperti itu lagi. Pasalnya masyarakat pasti akan mencontoh tokoh tersebut.

"Masih ada tokoh yang belum disiplin dan melakukan provokasi dan tidak mau menerapkan protokol kesehatan. Ini mohon para tokoh memberi pengertian," tuturnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
5 hari lalu

Mahfud MD Soroti Pengalihan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sebut Ada 3 Skenario Terburuk

6 hari lalu

Mahfud MD Akui Terkecoh soal Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah, Ungkap Kekhawatirannya

9 hari lalu

Gelombang Panas Dahsyat! WHO Peringatkan Eropa Hadapi Minggu-Minggu Mematikan

12 hari lalu

Ganas! Gelombang Panas Lebih Dahsyat Akan Terjang Eropa, Suhu Capai 43 Derajat Celsius 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal