MPR Desak Pemerintah Perhatikan Korban KDRT selama Pandemi Corona

Antara
Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. (Foto: SINDOnews)

JAKARTA, iNews.id - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mendesak pemerintah untuk memperhatikan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi akibat penerapan kebijakan penanganan wabah corona. Sebelumnya Komnas Perempuan menyebut laporan ke lembaga tersebut meningkat di tengah wabah corona.

"KDRT yang terjadi selama wabah corona harus kita atasi bersama dengan pemerintah," ujar perempuan yang akrab disapa Rerie melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Untuk mengatasi masalah ini, Rerie mengatakan pemerintah harus melibatkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Menurutnya hal itu belum dilakukan pemerintah di awal pembentukan Gugus Tugas.

Sementara itu Komnas Perempuan menyatakan angka kekerasan terhadap perempuan di dalam rumah tangga cenderung konsisten meningkat dalam 12 tahun terakhir. Hal itu menunjukkan tidak adanya perlindungan kepada perempuan dan mungkin terjadi pembiaran.

Menurut data SIMFONI PPA yang dikelola KPPPA, ada 275 kasus kekerasan kepada perempuan dewasa selama 2 Maret - 25 April 2020. Pada periode yang sama ada 368 kekerasan kepada anak.

"Selama 2 Maret - 25 April 2020 ada 275 kekerasan kepada perempuan dengan jumlah korban 277. Lalu ada 368 kekerasan kepada anak dengan jumlah korban 407," kata Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

MPR Blacklist 2 Juri Cerdas Cermat di Kalbar yang Viral, Ungkit Sanksi Sosial

57 tahun lalu

Imbas Polemik Cerdas Cermat, MPR Libatkan Pakar Hukum Tata Negara Jadi Juri

57 tahun lalu

MPR Tawarkan Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak Jadi Duta Lomba Cerdas Cermat

57 tahun lalu

MPR Putuskan Final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kalbar Tak Jadi Diulang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal