Menurut Prasetyo, alasan pertama adalah pengalaman Nanik yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN selama beberapa bulan terakhir. Pengalaman tersebut dinilai cukup untuk memahami seluruh proses dan kegiatan yang berjalan di lingkungan BGN.
“Yang pertama, beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sehingga kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Alasan kedua, lanjut Prasetyo, adalah karakter kepemimpinan Nanik yang dinilai tegas dan disiplin dalam menjalankan tata kelola organisasi. Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring pemerintah, Nanik dikenal ketat dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP), manajemen kelembagaan, serta pengawasan kualitas makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat program MBG.