JAKARTA, iNews.id - Suasana akrab terpancar dari kebersamaan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Sukarnoputri di sela-sela upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026). Bahkan, keduanya terlihat bergandeng tangan hingga tertawa bersama.
Eks Menteri Pertahanan ini terlihat menggandeng tangan Megawati. Momen ini jarang terlihat, namun sarat makna, yakni isyarat penghormatan dan kebersamaan.
Suasana hangat tersebut tak hanya antara Prabowo dan Megawati, tapi juga terpancar dari kehadiran Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK).
Dalam amanatnya, Prabowo menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya jadi dokumen sejarah dan slogan semata.
“Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah, Pancasila juga tidak boleh sekadar slogan yang kita ucapkan setiap upacara,” kata Prabowo dalam amanatnya.
Prabowo menegaskan, Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, bermasyarakat, termasuk membangun sistem ekonomi nasional Indonesia.
“Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara, termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional kita,” ujar dia.