Minta Polri Jaga Pilkada 2020 saat Pandemi, Jokowi Ingatkan Keberhasilan Pemilu 2019

Irfan Ma'ruf
Presiden Jokowi saat menyampaikan amanat dalam upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-74 di Istana Negara, Rabu (1/7/2020). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo menyebut tugas Polri saat ini semakin kompleks. Salah satunya mengamankan Pilkada Serentak 2020 yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-74 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/7/2020). Upacara itu disaksikan jajaran Mabes Polri, 34 Polda, dan 493 Polres di seluruh Indonesia secara virtual.

"Saya ingatkan Polri akan hadapi tantangan yang semakin berat dan kompleks. Mulai dari kejahatan konvensional, kejahatan lintas negara, kejahatan berimplikasi kontijensi, dan kejahatan terhadap kekayaan negara," kata Jokowi.

Mantan gubernur Jakarta itu menambahkan, di tengah fokus pengamanan dalam penanganan covid-19, Polri harus tetap menjalankan agenda strategis. Salah satunya Pilkada serentak pada Desember 2020.

"Potensi ancaman stabilitas keamanan dalam negeri juga harus diwaspadai terutama jelang pelaksanaan Pilkada 2020 di bulan Desember," ucapnya.

Dia menilai, tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan pemilu seperti yang dilakukan pada Pilkada 2017 dan Pemilu 2019. Polri juga harus menjamin ketertiban masyarakat dalam menjaga protokol kesehatan saat pemungutan suara.

"Tugas yang sama pernah dilakukan pada Pilkada 2017 dan Pemilu 2019, kali ini harus jaga protokol kesehatan. Saya tahu tugas ini tidak mudah, tapi saya yakin Polri-TNI serta penyelenggara dan pengawas pemilu akan mampu menjalankan tugas dengan baik," ujarnya.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tim Bulutangkis Polri Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja, Dominasi Kejuaraan Polisi Asia Tenggara 2026

57 tahun lalu

PDIP Tantang Jokowi Pamerkan Ijazah Asli UGM Saat Keliling Daerah

57 tahun lalu

PDIP soal Rencana Jokowi Keliling Indonesia: Silakan, Tunjukkan Aja Ijazahnya

57 tahun lalu

Refly Harun Minta Kasus Ijazah Jokowi Dihentikan: Sudah Tak Layak Lagi!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal