Menlu Retno Sebut Gaza Sudah Tak Layak Ditinggali, Bangunan Infrastruktur Tak Berfungsi

Widya Michella
Menlu Retno Marsudi dalam kuliah umum mengenai Diplomasi Indonesia untuk Palestina “All Eyes On Rafah" di UGM. (Foto Kemlu).

JAKARTA, iNews.id - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyebut Kota Gaza, Palestina kini tidak layak untuk ditinggali masyarakat. Sebab 70 persen bangunan infrastruktur sudah tidak berfungsi. 

"Gaza sudah merupakan wilayah yang tidak layak ditinggali karena 70 persen infrastrukturnya tidak berfungsi," kata Retno dalam kuliah umum mengenai Diplomasi Indonesia untuk Palestina “All Eyes On Rafah" di Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (3/6/2024).

Retno mengutip apa yang dikatakan oleh UNDP yakni tingkat kehancuran di Gaza belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II. Sekitar 2,4 juta ton puing-puing disingkirkan saat perang Israel-Hamas di Gaza tahun 2014.

"Jadi kalau perang 2014, debrisnya, sisa-sisa, puing-puing 2,4 juta ton, maka perang yang sekarang sudah 37 juta ton. Ini hanya untuk menunjukkan betapa masifnya kerusakan yang diakibatkan oleh Israel," ucapnya.

Lebih lanjut, Menlu Retno menggambarkan bahwa situasi Palestina saat ini semakin memburuk. “Tidak ada satu pun kalimat yang dapat digunakan untuk menjelaskan bahwa situasi bangsa Palestina mengalami perbaikan. Tidak ada sama sekali," ungkap Retno.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Israel Tangkap Mufti Agung Yerusalem Sheikh Hussein, Larang Masuk Masjid Al Aqsa

57 tahun lalu

Mobil Dibom Israel, Jubir Hamas Lolos dari Pembunuhan

57 tahun lalu

Prabowo Resmikan 5 Bendungan di NTB, Aceh, Jateng dan Bali Hari Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal