JAKARTA, iNews.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memberikan perhatian khusus terhadap kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi. Brian mengungkap perubahan pola kekerasan seksual yang dilakukan pelaku.
Hal itu dibeberkannya dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
"Kami sampaikan bahwa memang kekerasan seksual dan kekerasan di kampus, mohon izin kami sampaikan, sebetulnya cukup ada perubahan pola," kata Brian.
Dia menyebut, kekerasan seksual saat ini sudah mulai mengalami pergeseran pola karena adanya perkembangan teknologi.
Kasus kekerasan seksual kini banyak dilakukan di ruang digital.
"Jadi kalau dulu mungkin kekerasannya itu banyak kekerasan fisik langsung. Kalau sekarang memang kekerasannya bentuknya lewat digital. Nah ini yang akan kita coba antisipasi," ujarnya.
Sebelumnya, beredar tangkapan layar group chat yang berisi percakapan mesum diduga melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Dalam grup tersebut, mereka menyinggung mahasiswi lain.
Diketahui, korban dugaan chat mesum itu berjumlah 27 orang. Mereka terdiri dari mahasiswi dan dosen UI. UI pun telah menonaktifkan status akademik ke-16 mahasiswa yang diduga terlibat dalam group chat tersebut.