Mendagri Larang Kepala Daerah Rekrut Honorer Baru: Jadi Beban Belanja Pegawai

Felldy Aslya Utama
Mendagri Tito Karnavian melarang kepala daerah merekrut honorer baru karena dinilai menambah beban APBD dan menimbulkan persoalan kepegawaian. (Foto: Felldy Aslya Utama)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melarang seluruh kepala daerah rekrutmen tenaga honorer baru di daerahnya. Hal ini ditegaskan Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR, Senin (8/6/2026).

"Di belanja, di postur belanja, ya opsinya nomor satu adalah mengurangi pegawai atau menahan pegawai. Artinya tidak ada rekrutmen baru, apalagi tenaga honorer. Honorer sudah dimoratorium. Ini mohon betul untuk seluruh kepala daerah ya. Harus tegas tidak ada tenaga honorer baru," kata Tito dalam rapat.

Tito menjelaskan jika honorer yang dimaksud merupakan guru atau tenaga kesehatan, maka masih bermanfaat. Namun, kata dia, honorer yang bekerja di bidang administrasi sering kali tidak berkompeten dan berkapabilitas. 

Tito menyebut, para honorer yang menumpuk ini kerap meminta kepastian akan diangkat menjadi PPPK atau PNS. Ketika tidak menemui titik terang, para honorer melakukan aksi demo sehingga akhirnya diakomodasi pemerintah. 

"Diakomodir nanti Ibu Menpan bisa menjelaskan karena demonya banyak tempat Ibu Rini waktu itu. Kemudian diakomodir, diangkat tapi dengan seleksi. Akhirnya menjadi beban dan ditentukan dibayar, dibiayai oleh APBD saat itu," ujarnya. 

"Untuk rekan-rekan kepala daerah, tolong jangan ada lagi dulu penambahan honorer, karena akan menjadi beban. Beban biaya belanja pegawai dan jadi beban kepala daerah berikutnya. Buang waktu," katanya melanjutkan.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

DPR Minta Guru Honorer Diangkat jadi ASN sebelum Akhir 2026

57 tahun lalu

Viral! Guru Honorer di Kuningan Syok Namanya Tercatut Pemilik Ferrari Rp4,5 Miliar

57 tahun lalu

Pemerintah Izinkan Dana BOSP Dipakai untuk Gaji Guru Honorer

57 tahun lalu

DPR: Guru Honorer Layak Terima THR jelang Idulfitri!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal