Konvensi Rakyat Partai Perindo Berikan Partisipasi Publik Pilih Tentukan Caleg 

Carlos Roy Fajarta
Partai Perindo. (Foto: Partai Perindo).

JAKARTA, iNews.id - Sistem konvensi rakyat yang digagas Partai Persatuan Indonesia (Perindo) sebagai upaya partai politik dalam meningkatkan partisipasi publik di pesta demokrasi. 

"Partisipasi rakyat akan lebih menjadi luas. Karena Parpol kita saat ini cenderung elitis dan oligarki. Hanya mereka yang memiliki kedekatan dengan elite tertentu saja yang memiliki akses partai politik. Jadi perlu ada sistem untuk membuka akses politik tanpa melihat suku, agama, ras golongan, jadi memerlukan sistem kandidasi," ujar Pengamat Politik dari Universitas Nurdin Hamzah Jambi, Pahrudin HM, Senin (17/1/2022).

Menurutnya, publik saat ini sudah sangat cerdas di era teknologi informasi dan sosial media. Sehingga mereka akan cenderung memilih partai politik yang mengedepankan keterbukaan dan transparansi seperti yang dilakukan Partai Perindo dengan 'Konvensi Rakyat'.

"Rakyat memiliki mandat penuh untuk memilih caleg yang  Parpol harus menyediakan kendaraan agar rakyat dapat memilih pimpinannya. Yang perlu ditekankan bagaimana cara itu bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat," kata Pahrudin.

Dia menyebutkan mekanisme pemilihan calon legislatif yang transparan ini dapat diterapkan oleh partai politik lainnya dengan nama lainnya. Hal ini kata dia merupakan terobosan penting dalam sistem demokrasi.

"Namanya bisa apapun, konvensi rakyat dll. Tapi mekanisme partai politik ini dapat diakses dengan mudah, tanpa ada melihat background apapun," kata Pahrudin.

Sebagaimana diketahui Konvensi Rakyat berbasis digital Partai Perindo di launching pada 25 November 2021 lalu di Jakarta. Dengan sistem ini, maka pemilihan Caleg akan lebih transparan dan menghindari mekanisme proses rekrutmen konvensional.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Partai Perindo Minta Prabowo Perkuat Demokrasi lewat Revisi UU Pemilu

57 tahun lalu

Partai Perindo Minta DPR Segera Bahas RUU Pemilu Libatkan Parpol Nonparlemen

57 tahun lalu

DPR Rancang Aturan Pilpres Tak Diikuti Terlalu Banyak Capres: Jangan Sampai Kayak Kongres

57 tahun lalu

Perindo Dorong Pemilu yang Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Harus Dikocok Ulang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal