Kemendikti Segera Koordinasi dengan Aparat Hukum soal Pemalsuan Riset, Harap Pelaku Ditindak

Felldy Aslya Utama
Mendikti Saintek, Brian Yuliarto. (Foto: Binti Mufarida)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum terkait kasus dugaan riset palsu yang dilakukan empat peneliti Indonesia pada forum ilmiah dunia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto menjelaskan, meski pihaknya tidak bisa melanjutkan proses para pelaku karena tidak memiliki afiliasi atau merupakan dosen perguruan tinggi, pihaknya akan tetap menindaklanjuti kasus tersebut ke jalur hukum.

"Tentu kita ingin memberikan efek jera, karena ini, kita tidak ingin tindakan ini juga dianggap tidak ada punishment, gitu ya," ujar Brian usai Rapat Kerja bersama Komisi X DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Brian menambahkan, tindakan para pelaku dinilai telah merugikan kredibilitas bangsa, khususnya peneliti-peneliti yang sudah melakukan penelitian dengan baik baik dan benar.

"Nah, kita akan mencari delik yang nanti sesuai. Kita tentu akan berkoordinasi barangkali juga kita mengundang aparat hukum begitu ya, penegak hukum, untuk kemudian kita lihat mana hal-hal yang bisa ditindaklanjuti untuk ditegakkan secara hukum. Jadi seperti itu," tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Peneliti RI Diduga Riset Palsu di Forum Ilmiah Dunia, Mendikti Bentuk Tim Investigasi

57 tahun lalu

Mendikti soal Peneliti RI Diduga Palsukan Riset: Tak Terindikasi sebagai Dosen 

57 tahun lalu

Heboh Peneliti RI Diduga Riset Palsu di Forum Ilmiah Dunia, Komisi X DPR Desak Investigasi!

57 tahun lalu

Kronologi Terungkapnya Dugaan Penipuan Peneliti Indonesia di Forum Ilmiah Dunia, Riset Dicurigai Palsu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal