JAKARTA, iNews.id - Hubungan antara qada dan qadar merupakan hubungan yang tidak dapat dipisahkan dan satu kesatuan. Dalam rukun iman agama Islam, penyebutannya juga disatukan, yaitu iman kepada qada dan qadar.
Mengingat tentang qada dan qadar, selalu diajarkan keilmuannya pada saat mengaji atau mata pelajaran agama. Lantas apa hubungan antar keduanya? Bagaimana qada dan qadar dapat berhubungan dengan ikhtiar dan fatalisme? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Hubungan antara qada dan qadar diuraikan melalui pengertian dari keduanya. Melansir buku “KH. ABDUL KARIM JAMAK DAN PEMIKIRANNYA TENTANG KONSEP KETUHANAN” terbitan Penerbit NEM, qada adalah ketentuan, hukum atau rencana Allah sejak zaman azali. Sedangkan qadar, merupakan kenyataan dari ketentuan atau hukum Allah.
Dapat dikatakan hubungan qada dan qadar layaknya rencana dan perbuatan. Sehingga ketetapan Allah SWT sejak dahulu kala disebut qada dan realitas yang terjadi saat ini disebut qadar.
Qada dan qadar menjadi bagian dari rukun iman keenam yang wajib diimani setiap muslim imani. Dengan meyakini segala kejadian yang terjadi merupakan ketentuan dan ketetapan Allah SWT, manusia diciptakan oleh Allah dan Dialah dengan kekuasan penuh, mengatur jalan gerak dan tingkah laku manusia.