JAKARTA, iNews.id - IPB University buka suara terkait heboh kabar pihaknya mengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet menegaskan sejak awal memutuskan tidak akan terlibat langsung dengan proyek tersebut.
Pasalnya, kata Alim, pihaknya mempertimbangkan berbagai risiko teknis dan keamanan pangan. Oleh karena itu, IPB berperan untuk melakukan riset dan pengawasan bersama BGN.
“Peran yang diambil IPB University lebih strategis, yakni sebagai penggagas Center of Excellence (CoE) untuk Pemenuhan Gizi Nasional (PGN) bersama Badan Gizi Nasional, Bappenas, UNICEF, dan berbagai mitra lainnya,” ucap Alim dikutip dari laman resmi IPB, Senin (11/5/2026).
Bahkan, melalui kerja sama itu, IPB University berperan mendorong pembentukan CoE regional di berbagai wilayah Indonesia, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Timur.
Sementara itu, Kepala Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, Kesehatan, dan Halal Prof Erika B Laconi menegaskan bahwa IPB University tidak menjalankan operasional SPPG di dalam kampus.
Ia menyebut perguruan tinggi memiliki peran utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penguatan sistem.
“IPB University bukan tempat operasional SPPG. Tugas kami adalah memastikan ekosistem keilmuan, riset, dan pengendalian mutu berjalan dengan baik,” kata Erika.