Hashim menegaskan, setiap aset negara seperti tanah maupun bangunan, baik di lokasi strategis atau tidak, sama-sama milik rakyat. Sehingga harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Salah satu contohnya dengan membangun rumah subsidi, yang terjangkau bagi masyarakat.
"Pak Prabowo sudah katakan beberapa kali, di depan saya dan di tempat lain, bahwa tanah milik BUMN itu adalah tanah milik rakyat Indonesia, sehingga tanah itu tidak boleh dijual dengan harga pasar," katanya.
Ia mengaku banyak pihak mencoba mengambil keuntungan dengan cara memanfaatkan aset-aset negara untuk tujuan komersial. Namun demikian, Hashim menegaskan bahwa aset negara wajib digunakan untuk kepentingan bersama.
"Itu khusus subsidi perumahan, sudah petunjuk begitu. Karena terus terang saja, ada pihak yang mau ambil keuntungan dengan memanfaatkan nilai pasar dan sebagainya," pungkas Hashim.