Haedar Nashir: Pemerintah Perlu Jelaskan New Normal agar Tak Multitafsir

Antara
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. (Foto: Setkab).

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah diminta menjelaskan secara detail mengenai kebijakan kenormalan baru (new normal). Penjelasan itu dinilai penting agar tidak menimbulkan beragam pernafsiran.

Ketua Umum Pimpinan Pusat MuhammadiyahHaedar Nashir mengatakan, pemerintah harus secara objektif dan transparan menyampaikan kebijakan berkenaan dengan kenormalan baru, termasuk dasar, maksud dan tujuan kebijakan.

"Perlu ada penjelasan dari pemerintah tentang kebijakan new normal (kenormalan baru). Jangan sampai masyarakat membuat penafsiran masing-masing," ujar Haedar di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Selain itu, kata dia pemerintah perlu menjelaskan konsekuensi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) serta jaminan suatu daerah dikategorikan masuk zona aman Covid-19.

Dia khawatir ketegangan antara aparat pemerintah dengan umat terjadi saat pemerintah mengizinkan mal dan pusat perbelanjaan buka, namun tetap melarang kegiatan berjamaah di masjid dan tempat ibadah lain.

Menurutnya, organisasi kemasyarakatan keagamaan sejak awal konsisten melaksanakan ibadah di rumah demi mencegah penyebaran Covid-19.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19

57 tahun lalu

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

57 tahun lalu

Daftar Lengkap Lokasi Salat Iduladha Muhammadiyah 2026 di Bekasi, Digelar di 20 Titik

57 tahun lalu

Thailand Temukan Varian Baru Virus Corona, Berbahayakah?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal