Guru Besar UGM Marah Gerakan Kritik dari Kampus Disebut Ditunggangi: Saya Tersinggung!

Agung Bakti Sarasa
Sivitas akademika UGM saat membacakan Petisi Bulaksumur (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Guru Besar Fakultas Psikologi UGM, Prof Koentjoro, marah karena gerakan kritik para guru besar dan civitas akademika disebut ditunggangi kepentingan politik. Dia merespons pernyataan Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana yang menyebut seolah ada upaya orkestrasi politik di balik sikap para civitas akademika tersebut.

Dia menegaskan, gerakan kritik tersebut merupakan wujud kecintaan civitas akademika UGM terhadap Indonesia dan juga almamaternya.

"Saya sangat tidak puas. Saya tersinggung. Silakan bapak lihat ketika kami membacakan petisi Bulaksumur, dua kali saya membaca Bismillah. Saya membacakan dengan suara kasih dari UGM mengingatkan alumninya," ujar Koentjoro, dikutip Kamis (8/2/2024).

Koentjoro mengatakan, munculnya petisi Bulaksumur murni dilandasi rasa kekeluargaan yang saling mengingatkan satu dengan yang lain.

"Saya cinta Indonesia, cinta NKRI dan cinta UGM, karena itu UGM mengingatkan alumnusnya, dasarnya cuma itu," ucapnya.

Koentjoro menjelaskan, petisi Bulaksumur yang dibacakan beberapa waktu lalu dirumuskan secara serius melibatkan banyak pihak dan berbagai tokoh-tokoh penting UGM.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Slank Ngamuk Lagi! Kritik Penguasa Perusak Alam Lewat Lagu Baru Rusak Ancur

57 tahun lalu

Penemuan Tak Terduga! Madu Lebah Asli Indonesia Ini Mengandung Antikanker

57 tahun lalu

BRIN dan UGM Temukan Madu dengan Potensi Antikanker dari Yogyakarta dan Sumbawa

57 tahun lalu

Bonjowi Tuding UGM Sengaja Pasang Badan Bela Jokowi: Ada Apa Sebenarnya?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal