Demokrat Desak Revisi UU Pemilu, Ingin Pilpres dan Pileg Dipisah

Felldy Aslya Utama
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat Syarief Hasan. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Tahapan Pemilu 2019 yang panjang menjadi catatan tersendiri bagi Partai Demokrat. Pada Pemilu 2019, tahapan pemilihan legislatif (pileg) dengan pemilihan presiden (pilpres) digabung.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, partainya berkomitmen mendorong perubahan alias revisi Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. Salah satu poin yang akan direvisi adalah memisahkan pileg dan pilpres.

"Kami Demokrat memang sudah punya kesimpulan bahwa memang untuk pemilu ke depan lebih bagus itu pilpres dan pileg itu dipisahkan," kata Waketum Demorkat, Syarief Hasan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Anggota Komisi I DPR ini menilai, disatukannya penyelenggaraan pileg dan pilpres lebih banyak rugi ketimbang manfaatnya. Pertama, penyatuan itu akan membuat rakyat tidak fokus mencermati visi misi dari calon, baik calon presiden (capres) ataupun calon legislatif (Caleg).

Tak hanya itu, Syarief menuturkan, partai politik juga akan lebih sulit membagi fokus mensosialisasikan pileg dan pilpres. Padahal, dia menyebut kedua pemilihan itu sama pentingnya.

Syarief menambahkan, pihak penyelenggara pemilu juga sangat dibebankan jika kedua pemilihan ini disatukan. "Bayangkan itu, penghitungan suara itu dihitung sampai pagi. Ternyata banyak yang berguguran kan, banyak yang meninggal. Jadi banyak efeknya yang harus kita hindari," ujarnya.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
Internasional
9 hari lalu

Diserang Cairan Berbahaya saat Pidato, Politisi Muslimah AS Semprot Trump

Nasional
19 hari lalu

Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong DPR Percepat Revisi UU Pemilu demi Perkuat Demokrasi

Nasional
21 hari lalu

Gerakan Rakyat Dukung Anies Jadi Presiden, Demokrat: Apa Partainya Lolos Verifikasi?

Nasional
21 hari lalu

Dasco Pastikan Pilpres 2029 Tetap Dipilih Rakyat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal