JAKARTA iNews.id - Ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri menyebut perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan performa cukup stabil di tengah berbagai spekulasi mengenai tantangan global yang membayangi. Meski banyak pihak merasa pesimistis terhadap alur bisnis ke depan, data domestik justru memperlihatkan bahwa kondisi di lapangan sebenarnya masih berada pada jalur yang positif.
Chatib menekankan terkait indikator ketahanan ekonomi Indonesia terlihat jelas pada angka konsumsi masyarakat yang tetap terjaga sepanjang awal tahun. Selain itu, masifnya penyerapan anggaran negara pada periode tersebut turut memberikan daya dorong yang kuat bagi angka pertumbuhan nasional secara keseluruhan.
"Yang menarik adalah situasi di domestik itu enggak seburuk yang dibayangkan karena household consumption-nya masih relatif lumayan didorong Lebaran dan Puasa, serta government consumption di first quarter yang mencapai hampir 22 persen," ujar Chatib dalam Grab Business Forum di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Chatib menambahkan, lonjakan pertumbuhan pada kuartal pertama tersebut secara signifikan dipicu oleh belanja negara yang agresif. Namun, dia memberikan catatan bahwa efektivitas belanja ini sangat bergantung pada realisasi penerimaan pajak negara sebagai sumber pendanaan utama.
Analogi sederhana mirip dengan operasional sebuah perusahaan, di mana rencana ekspansi modal (capex) harus selaras dengan kenaikan pendapatan.