Chatib Basri Bongkar Biang Kerok Rupiah Tertekan, Kredibilitas Fiskal Jadi Sorotan

Rohman Wibowo
Chatib Basri menyebut, persepsi pasar terhadap risiko keuangan negara atau kredibilitas fiskal memegang peranan terhadap nilai tukar rupiah. (Foto: tangkapan layar)

Menariknya, memburuknya angka CDS Indonesia sudah mulai terlihat sejak Januari 2026, jauh sebelum ketegangan perang meningkat. 

Hal ini dipicu oleh keputusan Moody’s mengubah outlook ekonomi Indonesia menyusul kekhawatiran pasar terhadap defisit anggaran yang diprediksi mendekati angka tiga persen.

Chatib menekankan, Indonesia tidak sedang berada di ambang resesi karena pertumbuhan ekonomi masih diproyeksikan stabil pada kisaran 4,5 hingga 5 persen. 

Namun, Chatib menitikberatkan kegelisahan pasar lebih didorong oleh isu keberlanjutan fiskal yang membuat investor cenderung menahan diri atau mengalihkan modalnya ke pasar yang lebih aman.

"Persoalannya bukan pada resesi karena pertumbuhan kita masih sangat baik menurut standar global, tapi lebih pada kredibilitas fiskal yang menimbulkan anxiety bagi para investor di pasar modal," tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gubernur BI Ungkap 4 Paket Operasi Moneter untuk Jaga Nilai Tukar Rupiah

57 tahun lalu

Rupiah Makin Anjlok Sore Ini, Ditutup ke Rp18.187 per Dolar AS

57 tahun lalu

Rupiah Tembus Rp18.000, Ukuran Tahu di Depok Berkurang 2 Sentimeter

57 tahun lalu

Bukan Hanya Rupiah, Won Korea Tersungkur Hadapi Dolar AS: Terburuk sejak 17 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal